
SORONG, BeritaAktual.co -Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu menerima tiga pasien korban rujukan tindak kriminal oleh orang tak dikenal (OTK). Hingga Selasa (18/8/2026), memasuki hari keempat perawatan, ketiga pasien dilaporkan dalam kondisi stabil dan terus menjalani pemulihan.
Direktur RSUD Sele Be Solu, dr. Susi Petronela Djitmau, menjelaskan bahwa ketiga pasien berinisial SA (25), AF (47), dan SS (66) dirujuk dari RSUD Pratama Maybrat pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 20.15 WIT.
Sesampainya di IGD, ketiganya langsung mendapat penanganan kegawatdaruratan secara menyeluruh, meliputi pemeriksaan laboratorium dan radiologi, pemberian terapi, serta persiapan darah untuk kebutuhan operasi. Dokter spesialis bedah segera melakukan operasi emergensi pada malam yang sama.
“Seluruh rangkaian operasi dan penanganan medis berlangsung aman hingga selesai pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIT,” ungkap dr. Susi.
Kini ketiga pasien telah dipindahkan ke ruang perawatan non-ICU dan terus dipantau secara intensif oleh tim medis, termasuk dokter spesialis bedah, perawat, serta dokter spesialis THT untuk salah satu pasien guna memastikan pemulihan berjalan lancar.
Pada Selasa, 18 Agustus 2026, pihak rumah sakit juga telah menyerahkan hasil visum kepada penyidik Polres Maybrat. Penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh keluarga pasien, pendamping hukum, perwakilan DPR Provinsi Papua Barat Daya, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi.
Dr. Susi menegaskan pihak rumah sakit berfokus penuh pada pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, sementara kronologi lengkap kejadian, motif, dan proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian sebagai pihak yang berwenang.
“Kami pihak Rumah sakit menyampaikan keprihatinan dan empati kepada keluarga korban serta mendoakan agar seluruh pasien segera pulih,” tambahnya.
Pihak rumah sakit juga memastikan seluruh biaya penanganan medis, operasi, hingga perawatan pasca operasi ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.(*)










