
SORONG, BeritaAktual.co – Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya secara resmi melepas 30 peserta magang guru Sekolah Luar Biasa (SLB) tahun 2026 yang akan ditempatkan di Jawa Timur.
Kegiatan pelepasan digelar di Swissbel Hotel, Kota Sorong, Senin (7/9/2026), dengan mengusung tema “Menjadi Guru yang Inovatif, Berkarakter dan Berpihak pada Murid untuk Pendidikan Inklusif yang Bermutu”.
Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah dan guru SLB yang berasal dari wilayah Kota Sorong, Kabupaten Sorong, serta Kabupaten Raja Ampat, dengan total 30 peserta yang akan menjalani pemagangan di Surabaya. Kabupaten Jawa Timur
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas, Erdia Msiren S.Pd., M.Pd., menjelaskan tujuan utama program ini adalah membuka wawasan para pendidik.
“Tujuan magang ini agar guru-guru dapat melihat langsung praktik terbaik yang diterapkan di Surabaya. Kami pusatkan lokasi magang di sana untuk mempelajari sistem dan penyelenggaraan SLB setempat. Sehingga nantinya saat kembali ke wilayah Papua Barat Daya, ilmu dan pengalaman tersebut bisa diterapkan demi kemajuan pendidikan anak berkebutuhan khusus di daerah kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa peserta akan menjalani magang selama kurang lebih dua minggu di surabaya
Kami berharap kepada Bapak, ibu Guru ,mendapatkan proses belajar mengajar serta berbagai inovasi terbaru di lapangan,Dan akan mempraktikkannya kembali di sekolah masing-masing untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di Sekolah Luar Biasa .
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Djon Ayorbaba S.Pd., M.Pd., menyampaikan dukungan penuh atas program magang kepada Guru Sekolah luar biasa yang siap mengikuti magang di surabaya
“Kami melepas kepala sekolah dan guru-guru untuk belajar selama dua minggu di Surabaya. Ini merupakan program kerja yang sudah disusun. Pada prinsipnya, kami berharap dari kegiatan ini lahir perubahan dan kemajuan bagi kualitas pendidikan di seluruh SLB yang ada di Provinsi Papua Barat Daya,” tegasnya.
Dengan adanya program magang ini, diharapkan tercipta peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta pelayanan pendidikan yang lebih baik dan bermutu bagi anak berkebutuhan khusus di wilayah Papua Barat Daya. (Mar)







