
KOTA SORONG, BeritaAktual.co- Kasus dugaan keracunan makanan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kejadian ini menyusul konsumsi menu MBG yang dibagikan pada Rabu, 16 September 2026, di lingkungan SMP Al Amin, Jl Basuki Rahmat Kilo 10 ,Kelurahan Sawagumu Distrik Sorong Utara
Menu yang dikonsumsi para siswa berupa lauk ayam, tempe, sayur sawi campur tauge, serta buah naga, yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Malaimsimsa, Jalan Tanjung Seget, RT 04/RW 05, Kelurahan Klabulu.
Tak lama setelah mengkonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Febiyana, siswi kelas 8, merasakan pusing dan buang air besar terus-menerus. Sementara itu, siswi Sri mulai mengalami sakit perut hebat sekitar pukul 02.00 WIT setelah makan siang kemarin. Gejala yang muncul pusing, mual, muntah, sakit perut, hingga diare.
Selain itu para siswa diduga keracunan makan bergizi (MBG) di bawa ke puskesmas Malanu untuk tahani para medis
Tim medis segera turun ke sekolah untuk memeriksa para siswa yang sakit. Sebanyak delapan orang dinyatakan memerlukan perawatan lebih lanjut dan dirujuk ke Rumah Sakit Sele Be Solu menggunakan dua unit ambulans, serta dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD).
Total korban di duga keracunan MBG yang mengalami keluhan mencapai 31 orang, terdiri dari 26 siswa dan 5 guru. Sebagian besar ditangani langsung di sekolah dan diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
Sementara itu ,Ruddy Laku ketua satgas MBG Kota Sorong, menyampaikan pihaknya menerima laporan dari sekolah dan tenaga kesehatan terkait gejala yang dialami warga sekolah. Langkah cepat diambil dengan menurunkan tim gabungan ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan penanganan.
“Setelah dilakukan observasi, ada sekitar 26 siswa yang mengalami gejala, dan delapan diantaranya kondisinya agak berat sehingga dirujuk ke rumah sakit. Sisanya ditangani di sekolah, diberikan obat, dan sudah diperbolehkan pulang. Begitu pula lima guru yang ikut mengalami keluhan, sudah ditangani dan pulang,” ujar Ruddy.
Pihaknya juga langsung melakukan pemeriksaan ke dapur SPPG Malaimsimsa untuk meninjau peralatan, prosedur kerja, serta standar operasional yang diterapkan. Diketahui, dapur tersebut melayani lebih dari 3.000 porsi makanan untuk 10 sekolah, dan hanya SMP Al Amin yang mengalami masalah kesehatan ini.
Sebagai langkah pengamanan, dapur SPPG Malaimsimsa ditutup sementara. Sampel makanan telah diambil untuk diperiksa di laboratorium. Mengingat keterbatasan fasilitas pemeriksaan di Sorong, sebagian sampel akan dikirim ke Makassar guna mendapatkan hasil yang lebih lengkap dan akurat.
“Sampel makanan akan dibawa ke Makassar, karena tidak semua jenis bakteri dapat diperiksa di Sorong. Kita belum bisa memastikan kapan hasilnya keluar, namun yang terpenting kita ketahui sumber pencemarannya agar dapat dicegah terulang kembali,” jelas Ruddy.
Ruddy menyampaikan bahwa SPPG Malaimsimsa sementara penyaluran makan gratis bergizi tersebut ditutup guna menjaga keamanan dan keselamatan penerima manfaat. Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar tindak lanjut, termasuk keputusan apakah dapur tersebut boleh kembali beroperasi dengan arahan dari Badan Gizi Nasional Pusat.
Ruddy menyampaikan permohonan maaf dan rasa prihatin kepada seluruh orang tua dan keluarga yang terdampak.
Ia meminta kesabaran masyarakat sementara tim medis terus melakukan pemantauan dan penanganan terbaik bagi para siswa yang masih dirawat.
“Kita semua tentu tidak menginginkan hal ini terjadi. Anak-anak kita adalah masa depan, dan kita berharap mereka tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Kami berkomitmen menindaklanjuti hasil penyelidikan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tutupnya (Mar)







