
MAYBRAT, BeritaAktual.co – Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengajak masyarakat di berbagai distrik dan kampung Maybrat untuk menolak kehadiran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di seluruh wilayah kabupaten Maybrat karena hanya akan mengacaukan stabilitas keamanan.
“Jadi apabila ada bapak bapak TNI dan Polri dalam jumlah yang banyak datang, jangan masyarakat berpikir macam macam. Mereka datang untuk berikan perlindungan, jaga masyarakat dari oknum oknum tidak bertanggung jawab,” kata Bupati saat mengunjungi kampung Kisor dan sekitarnya. Selasa (14/09/2021).
Bupati juga menegaskan, selain aparat dan pemda, warga juga wajib ikut serta membantu menemukan pelaku penyerangan dan pembantaian 4 anggota TNI di posramil Kisor beberapa waktu lalu dan juga membantu warga lainnya yang memilih mengungsi untuk kembali ke kampung masing masing dan beraktivitas seperti biasa.
“Mereka yang melakukan penyerangan dan pembantaian posramil Kisor harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena Indonesia adalah negara hukum bukan negara adat. Mau lari sampai dimana tetap dicari. Sekali lagi warga jangan khawatir, TNI-Polri ada di kampung ini untuk jaga sesuai instruksi Pangdam Kasuari dan Kapolda Papua Barat,” terang Bupati.
Selain itu pemda Maybrat juga menyebarkan selebaran berisikan 3 (tiga) poin yang mengajak masyarakat untuk kembali ke kampung mereka dengan jaminan keamanan penuh dari TNI-Polri yang bertugas di Maybrat.
Berikut isi imbauan di selebaran yang disebarkan.
- Kepada seluruh warga masyarakat distrik Aifat Raya dimohon kembali ke rumah masing-masing.
- Melakukan aktivitas sosial seperti biasa mulai dari murid-murid bersekolah, guru-guru kembali mengajar, warga masyarakat kembali bekerja ke kebun, bertani, tokok sagu, beribadah dan lain-lain.
- Saling menjaga keamanan bersama.
“Himbauan ini kepada masyarakat kabupaten Maybrat, kami hadir untuk warga masyarakat kabupaten Maybrat jangan takut untuk kembali ke kampung,” tutup Bupati.
Kini, pemda Maybrat sedang memprioritaskan penanganan pengungsi dari kampung Kisor dan sekitarnya termasuk menyediakan sekolah darurat bagi anak-anak pengungsi agar tetap mendapat pendidikan di tengah kondisi yang ada. [jas]






