
Rico Sia saat memantau para peserta bimtek
SORONG, BeritaAktual.co – Setelah pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil Menengah (WUB IKM) di Ballroom Vega Hotel Selasa, 19/04/2022, di hari ke 2 Bimtek Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia melakukan peninjauan ke 4 kelompok peserta IKM Kota dan Kabupaten Sorong yang berada di Suprauw, distrik Maladum Mes kota Sorong, Papua Barat. Rabu 20/04/2022.
Saat mengunjungi salah satu IKM yakni pengrajin Batik Papua, Rico Sia mengatakan motif batik Papua yang diproduksi lumayan beragam akan tetapi harga jualnya cukup mahal dikarenakan kurangnya pengrajin batik di kota dan kabupaten Sorong. Hal ini juga lantaran kurangnya pengrajin, karena tidak adanya pelatihan yang khusus yang diajarkan oleh instruktur yang bersertifikat, padahal alat untuk membatik di kota Sorong tidak susah dijumpai.
“Biasanya, masyarakat kota Sorong diekspor kain batik dari kota lain dengan motif khas Papua, maka dari itu biaya dan harga jualnya mahal,” kata Rico.
Rico menyarankan pemerintah daerah agar terus menyelenggarakan kegiatan kegiatan pelatihan seperti ini, agar masyarakat kota dan kabupaten Sorong bisa membuat batik sendiri dengan harga jualnya bisa lebih murah dibanding yang diekspor dari kota lain.
Legislator NasDem asal Papua Barat itu juga mendukung penuh pembatik Papua, sebagai bentuk dukungannya puluhan kain yang akan dihasilkan dari hasil membatik, Rico akan membeli dengan harga yang tinggi.
“Ini sebagai motivasi untuk mereka, bahwa ketika ada karya yang dihasilkan, maka akan ada penghargaan disitu,” terang Rico.

Ditempat yang sama Rico juga meninjau pelaksanaan ukiran kayu, hal yang sama seperti batik Papua, Rico mengatakan kerajinan kayu di kota Sorong masih terkendala pada bahan kayu yang kurang lunak, padahal Papua kaya akan hasil alam. Rico berharap para peserta bimtek ini bisa mendapatkan alat yang dapat menunjang untuk kebutuhan kerajinan tersebut.
“Pengrajin kayu di kota Sorong sudah lumayan meningkat perkembangannya, harapkan saya pemerintah daerah membuatkan seperti pusat, sentra atau galeri oleh oleh yang dikhususkan untuk pengrajin kayu di kota Sorong untuk memasarkan produk-produk yang telah diproduksi.
Bersamaan dengan itu, Rico Sia mohon maaf karena belum dapat mengunjungi semua tempat pelatihan dikarenakan oleh tugas reses Komisi yang harus dilaksanakannya di Provinsi Papua.
“Kedatangan saya ini selain ingin memberikan motivasi, saya ingin memberikan kebermanfaatan lain yaitu menjawab beberapa kebutuhan dari mereka,” kata Rico. [son/dwi]







