
Ketua Klasis Kota Ambon, Pdt Rico Rikumahu.
AMBON, BeritaAktual.co – Ketua Klasis Kota Ambon, Pdt Rico Rikumahu, menegaskan, Sidang Sinode ke-39 Gereja Protestan Maluku (GPM) yang sementara berlangsung merupakan momentum penting bagi gereja untuk melakukan konsolidasi visi dan misi menuju GPM Satu Abad di tahun 2035.
“Yang paling utama sekarang adalah konsolidasi visi dan misi gereja. Sebab di tahun 2035 nanti GPM harus mampu menampakkan dirinya secara eksistensial di dunia. Inilah GPM!” ujar Rikumahu kepada wartawan, di Ambon, Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, refleksi menuju satu abad GPM harus dimulai dari pertanyaan mendasar: seperti apa profil anggota GPM di tahun 2035? Ia menilai, hal itu berkaitan langsung dengan realitas kehidupan jemaat saat ini—baik anak, remaja, pemuda, perempuan, laki-laki, maupun keluarga Kristen secara keseluruhan.
“Visi dan misi gereja ujungnya adalah transformasi manusia. Manusia yang berkarakter Kristiani, memiliki ciri-ciri kekudusan dan kesucian. Itu sekarang sudah mulai terasa asing di tengah dunia yang makin modern, bahkan liar oleh derasnya arus digitalisasi,” ungkapnya.
Rikumahu menilai, tantangan digitalisasi dan perubahan sosial global membuat gereja perlu menegaskan cara pandang berbeda dalam merespons perkembangan zaman.
“Sekalipun tantangan sama, tapi cara meresponsnya harus beda. Sebagai anggota gereja, kita harus menggunakan prinsip dan nilai-nilai Kristiani, bukan dengan cara dunia,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menilai Sidang Sinode menjadi forum strategis untuk membangun arah baru transformasi bergereja.
“Kalau konsolidasi visi dan misi tidak dimulai dari Sidang Sinode ini, gereja tidak akan berubah. Secara kelembagaan mungkin modern, tapi secara substansi belum tentu mengalami pertobatan sejati,” kata dia.
Selain persoalan spiritual, Rikumahu juga menyoroti kesiapan gereja menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan geopolitik. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan sumber daya lokal jemaat.
“Tanah dan laut yang dimiliki jemaat harus dimanfaatkan. Gerakan menanam, gerakan melaut, dan gerakan memasarkan yang dicanangkan GPM adalah solusi menghadapi ancaman resesi ekonomi,” jelasnya.
Rikumahu menambahkan, kekuatan lokal menjadi kunci agar jemaat tetap tangguh menghadapi krisis.
“Kalau ini dibicarakan serius di Sidang Sinode ini, maka GPM akan memiliki arah yang jelas dan kekuatan menghadapi masa depan,” pungkasnya.





