Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Daerah

  • Daerah

Di 2026 Pemkot Jalankan Efisiensi Anggaran Secara Ketat, Ini Imbasnya

Q Senin, 10 November 2025 3 minutes read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
IMG-20251110-WA0002

Sekot Ambon, Robby Sapulette, saat memimpin apel gabungan, di halaman Balai Kota Ambon, Senin (10/11/2025).

Bagikan berita ini
        

AMBON, BeritaAktual.co – Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, Robby Sapulette menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan menjalankan kebijakan efisiensi anggaran secara ketat pada tahun 2026 mendatang.

Kebijakan efisiensi anggaran ini merupakan dampak dari penurunan kapasitas fiskal daerah akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) secara nasional.

“Kapasitas fiskal kita tahun 2026 cukup kecil karena terjadi efisiensi TKD secara nasional. Awalnya Rp650 miliar, bertambah Rp43 miliar menjadi Rp693 miliar. Namun, angka ini tetap belum mencukupi kebutuhan belanja daerah,” ungkap Sapulette, saat memimpin apel gabungan di halaman Balai Kota Ambon, Senin (10/11/2025).

Dia mengaku, berdasarkan hasil rapat bersama Sekretaris Daerah seluruh Indonesia, total usulan kebutuhan daerah mencapai Rp4 triliun, sementara RAPBN 2026 hanya sekitar Rp3,8 triliun.

“Itu berarti, terjadi defisit sekitar Rp600 miliar. Kondisi ini tentu berdampak pada belanja modal, barang, dan jasa, termasuk transfer ke daerah yang mengalami pengurangan dibanding tahun sebelumnya,” kata Sapulette.

Bukan saja itu, menurut Sapulette, Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Kota Ambon tahun 2026 juga mengalami penurunan signifikan. Dari total Rp583 miliar, sebanyak Rp480 miliar digunakan untuk belanja pegawai di luar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sementara sisanya sekitar Rp102 miliar terbagi untuk Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp61 miliar, dan hanya Rp41 miliar yang dapat dikelola langsung oleh perangkat daerah.

“Dengan kondisi seperti ini, semua perangkat daerah harus benar-benar bijak dalam mengelola anggaran. Dana yang kecil ini harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, efisien, tepat fungsi, tepat manfaat, dan transparan,” pinta dia.

Lebih lanjut Sapulette menambahkan, kebijakan pembayaran TPP pegawai tahun 2026 hanya akan dilakukan untuk enam bulan atau sebesar 50 persen dari total kebutuhan Rp72 miliar.

“Kami berharap, meskipun TPP hanya dibayarkan enam bulan, hal ini tidak menyurutkan semangat kerja ASN dalam membangun Kota Ambon,” ucapnya.

Olehnya itu, dia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengumpul pendapatan, agar lebih giat meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah tanpa menaikkan tarif pajak maupun retribusi.

Alternatif pembiayaan lain, dapat dilakukan melalui optimalisasi aset daerah, pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), serta kerjasama dengan pihak swasta atau badan usaha.

“Kalau kita hanya bergantung pada transfer daerah, kapasitas fiskal kita akan semakin sempit. Karena itu, semua OPD harus kreatif mencari sumber pembiayaan lain yang sah dan produktif,” imbau Sapulette.

Dalam kesempatan itu, Sekot juga mengingatkan, agar seluruh OPD segera melakukan review terhadap Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2026 sebagaimana surat edaran dari BPKD.

“Penetapan APBD 2026 paling lambat tanggal 28 November, jadi saya minta semua segera menyesuaikan, jangan sampai ada yang terlambat memasukan RKA,” kata Sapulette mengingatkan.

Selain itu Sapulette juga mengumumkan, bahwa dalam waktu dekat Pemkot Ambon akan melaksanakan proses seleksi atau assessment untuk tujuh jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II).

Untuk itu dia berharap, para peserta yang sudah mendaftar, dapat mengikuti tahapan seleksi ini dengan baik dan profesional.

Tentang penulis

Di 2026 Pemkot Jalankan Efisiensi Anggaran Secara Ketat, Ini Imbasnya 1 Screenshot 2026 05 06 14 21 33 406 com.whatsapp

Q

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Post navigation

Previous: BRI Dukung Pelaksanaan Kegiatan Adat Ma’atenu Pakapita di Negeri Pelauw
Next: SOKSI Kota Ambon Gelar Muscab ke-24

Related News

image_search_1782357083422~2
  • Daerah

Cabjari Saparua Tingkatkan Penanganan Dugaan Korupsi DD-ADD Negeri Booi ke Penyidikan

Q Kamis, 25 Juni 2026
IMG_20260624_134828
  • Daerah

Komisi I Kawal Penyelesaian Sengketa Lahan di OSM

Q Kamis, 25 Juni 2026
IMG_20260624_134828
  • Daerah

Sengketa Lahan Wihara Masih Didalami, Sarimanella: DPRD Belum Ambil Sikap

Q Rabu, 24 Juni 2026

Berita lainnya

1_Foto-Ilustrasi-LPS_Lobby-LPS
  • Ekonomi & Bisnis

Jaga Stabilitas Perbankan, LPS Tetapkan Penyesuaian Tingkat Bunga Penjaminan

Marni Kamis, 25 Juni 2026
image_search_1782357083422~2
  • Daerah

Cabjari Saparua Tingkatkan Penanganan Dugaan Korupsi DD-ADD Negeri Booi ke Penyidikan

Q Kamis, 25 Juni 2026
IMG_20260624_134828
  • Daerah

Komisi I Kawal Penyelesaian Sengketa Lahan di OSM

Q Kamis, 25 Juni 2026
20260624_230111
Walikota sorong septinus lobatdidampingi Plt. Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Laku, S.Pi., M.M., bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Komandan Kodim 1802/Sorong turun langsung meninjau lokasi bencana kebakaran di Jalan Perikanan, Kelurahan Malawei dan Kelurahan Klaligi(foto/istimewa)
  • Pemerintahan

Wali Kota Sorong Perintahkan Penanganan Cepat Korban Kebakaran di Malawei dan Klaligi

Marni Rabu, 24 Juni 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d