
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya menggelar pembukaan Sosialisasi Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Kegiatan dengan tema “Strategi Pembangunan Papua Cerdas dan Papua Produktif”. ini berlangsung di salah satu Hotel di kota Sorong, Senin, (1/12/2025.)
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas, Erdia Msiren menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Papua Barat Daya yang cerdas dan berdaya saing.
“Sosialisasi ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, serta menyiapkan lulusan yang siap kerja, berwirausaha, dan mampu berkontribusi pada pembangunan daerah,”ujarnya.
Kegiatan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2021 tentang Kewenangan dan Kelembagaan Pelaksanaan Kebijakan Otonomi Khusus Papua, Rencana Strategis Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2024-2028,
Tujuan dari Sosialisasi ini adalah:
- Mensosialisasikan konsep revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.
- Mensosialisasikan Amanat Perpres 68 Tahun 2023 tentang Pembentukan Struktur Organisasi Tim Koordinasi Vokasi Daerah (TKVD) di Provinsi dan Kabupaten/Kota.
- Mensosialisasikan Amanat Permenko Nomor 5 Tahun 2023 tentang tujuan dan manfaat pendirian akademi komunitas sebagai bentuk revitalisasi pendidikan vokasi di Provinsi Papua Barat Daya.
“Kami harapkan dari kegiatan ini adalah terlaksananya Perpres 68 Tahun 2023, terbentuknya struktur organisasi TKVD-TKFD di Provinsi Papua Barat Daya, dan terlaksananya sosialisasi akademi komunitas di Provinsi Papua Barat Daya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, menekankan pentingnya akademi komunitas sebagai amanat dari Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus).
“Dana Otsus yang dialokasikan untuk pendidikan harus dimanfaatkan untuk pengembangan akademi komunitas,” ujarnya
Ia juga menyoroti pentingnya revitalisasi pendidikan vokasi yang pernah berjalan 10 tahun lalu, namun terhenti. Ia berharap dengan adanya fokus pada pendidikan dan pelatihan vokasi, lulusan dapat lebih mudah terserap di lapangan kerja.
Ditambahkan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya memiliki struktur yang berbeda dengan provinsi lain, dengan adanya bidang khusus dan akademi komunitas.
“Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” pungkasnya







