
WBL di Lapas Kelas III Wahai mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan intensif, yang digelar Jumat (30/1/2026) kemarin. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Sebanyak tujuh Warga Binaan Lanjut Usia (WBL) di Lapas Kelas III Wahai mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan intensif, yang digelar Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh pihak Lapas bersama tenaga medis ini, sebagai bentuk komitmen untuk mendeteksi dini masalah kesehatan, dan memenuhi hak pelayanan medis bagi kelompok rentan.
Selama pemeriksaan, para lansia mengungkapkan berbagai keluhan utama, di antaranya rasa nyeri pada lutut yang mengganggu aktivitas harian, dan gangguan tidur atau insomnia yang sering mereka alami.
Setelah mengevaluasi hasil pemeriksaan, tim medis memberikan penanganan berupa pemberian vitamin tambahan, dan penyuluhan kesehatan terkait pentingnya menjaga kebugaran tubuh.
Petugas Kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti menyampaikan, bahwa penanganan kesehatan bagi WBL tidak hanya berfokus pada pengobatan, melainkan juga pada upaya pencegahan melalui perubahan gaya hidup.
“Kami tidak hanya memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi juga mengedukasi mereka tentang latihan fisik ringan. Gerakan seperti peregangan dan jalan santai secara rutin bisa membantu mengurangi kekakuan sendi dan memperbaiki kualitas tidur,” jelasnya.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menekankan, bahwa layanan kesehatan adalah bagian tidak terpisahkan dari program pembinaan.
“Kondisi fisik yang baik sangat penting agar para WBL dapat mengikuti semua kegiatan pembinaan dengan baik. Oleh karena itu, kami selalu berupaya memastikan mereka mendapatkan perawatan yang sesuai,” ucapnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa sinergi dengan tenaga medis akan terus diperkuat, guna menjamin kesejahteraan seluruh warga binaan.
“Kesehatan adalah prioritas kami. Kami akan terus bekerja sama dengan tenaga medis, baik internal maupun dari luar, untuk menciptakan lingkungan Lapas yang aman, humanis, dan memperhatikan hak dasar setiap individu, termasuk para lansia,” tegasnya.




