
Empat petugas dari Lapas Kelas III Wahai mengikuti asesmen anggota Tim Satops Patnal, yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kamis (5/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Empat petugas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mengikuti asesmen anggota Tim Satuan Tugas Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal), yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini merupakan upaya, untuk menguatkan pengawasan internal dan meningkatkan integritas, serta profesionalisme di lingkungan pemasyarakatan.
Asesmen ini dilakukan untuk menilai berbagai aspek, mulai dari kompetensi teknis, pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab, hingga kesiapan anggota tim dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Tujuannya adalah, memastikan seluruh proses kerja di pemasyarakatan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta menjaga tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
La Ramli, salah satu peserta dari Lapas Wahai menyampaikan, bahwa asesmen menjadi momen penting untuk mengevaluasi diri.
“Melalui kegiatan ini, kami bisa mengetahui sejauh mana pemahaman kita tentang peran Satops Patnal serta kesiapan, dalam menjalankan tugas. Ini juga menjadi motivasi agar kita terus meningkatkan diri dalam hal integritas dan profesionalisme,” jelasnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan, asesmen ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengawasan internal.
“Satops Patnal memiliki peran strategis dalam memastikan semua aktivitas berjalan sesuai aturan. Dengan asesmen ini, kami berharap anggota tim memiliki kompetensi yang mumpuni, dan dapat menjalankan fungsi pengawasan secara optimal untuk mendukung kelancaran kerja lembaga,” ucapnya.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro menekankan, bahwa asesmen ini bertujuan memastikan anggota Satops Patnal memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen yang kuat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, lingkungan pemasyarakatan di Maluku dapat semakin profesional, transparan, dan akuntabel. Hal ini akan berdampak positif pada kualitas layanan dan tata kelola seluruh lembaga pemasyarakatan,” katanya.
Keikutsertaan petugas Lapas Wahai dalam asesmen ini diharapkan dapat mendorong seluruh anggota Satops Patnal, untuk menjalankan tugas dengan maksimal.
“Dengan demikian, diharapkan terwujud tata kelola pemasyarakatan yang bersih, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sistem peradilan pidana di Indonesia,” tutup dia.





