
Lapas Kelas III Wahai melakukan panen raya jagung, yang digelar pada Selasa (7/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menunjukkan komitmennya, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, melalui kegiatan panen raya jagung yang digelar, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini merupakan panen ketiga dari pemanfaatan lahan tidur, yang diolah secara produktif oleh warga binaan.
Panen tersebut melibatkan warga binaan yang didampingi oleh Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, bersama jajaran petugas. Program ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian, yang secara konsisten dijalankan di dalam lapas.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa hasil panen yang diperoleh bukan sekadar produk pertanian, melainkan bukti nyata keberhasilan proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Panen ini merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari pengolahan lahan hingga masa panen. Semua tahapan dilalui dengan konsisten, dan menjadi bagian penting dalam pembelajaran warga binaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut juga mencerminkan semangat pemasyarakatan, yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Merpaty S. Mouw mengungkapkan, bahwa capaian panen kali ini cukup menggembirakan. Dari lahan yang dikelola, berhasil dipanen sekitar 1.500 buah jagung varietas unggul Paragon.
“Ini menjadi bukti, bahwa warga binaan mampu mengelola kegiatan pertanian dengan baik dan optimal,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, baik petugas maupun warga binaan yang berpartisipasi sejak tahap awal hingga pelaksanaan panen.
“Kami berterima kasih atas kerja sama yang solid, sehingga hasil yang diperoleh bisa maksimal seperti saat ini,” tambahnya.
Sebagian hasil panen, lanjutnya, akan dimanfaatkan kembali sebagai benih untuk keberlanjutan program, sementara sebagian lainnya diberikan sebagai premi bagi warga binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Salah satu warga binaan berinisial DS mengaku bangga, dapat terlibat dalam program tersebut.
Ia menyebut, kegiatan ini memberikan pengalaman baru, sekaligus rasa dihargai atas hasil kerja yang dilakukan.
“Kami belajar dari awal hingga panen. Ini sangat bermanfaat, dan membuat kami merasa memiliki keterampilan yang bisa digunakan ke depan,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro memberikan apresiasi atas keberhasilan Lapas Wahai, dalam menjalankan program tersebut.
“Ini merupakan wujud nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus bukti bahwa program pembinaan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, dengan keberhasilan panen ketiga ini, Lapas Wahai terus mempertegas perannya tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.





