
SORONG, BeritaAktual.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya menggelar Kegiatan Pelatihan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) serta Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOSP) jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ayla City Hotel, Kota Sorong, pada Rabu (28/10/2026).
Ketua panitia Paulus Kalalembang menyampaikan bahwa pengelolaan Dana BOSP memerlukan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban yang tertib, transparan, efektif, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“ Aplikasi ARKAS menjadi sarana penting dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran sekolah, sehingga pemahaman terhadap penggunaannya sangat dibutuhkan oleh seluruh satuan pendidikan.,”ujarnya
Pelatihan ini diselenggarakan berdasarkan sejumlah landasan hukum, antara lain Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, serta peraturan-peraturan terkait lainnya, termasuk Program Kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta, yang terdiri dari 25 orang perwakilan SLB kota sorong,kabupaten sorong,Kabupaten Raja Ampat masing-masing melibatkan Kepala Sekolah, Bendahara, Operator, dan Guru serta 20 orang staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelola keuangan di satuan pendidikan luar biasa dalam mengelola ARKAS dan Dana BOSP sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kebijakan, kemampuan penyusunan anggaran melalui ARKAS, ketertiban administrasi dan pelaporan, serta mendorong transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan dana di lingkungan SLB.
Sementara itu,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, dalam arahannya menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan agar Bapak dan Ibu guru serta pengelola sekolah dapat segera melaksanakan pengelolaan data keuangan di sekolah masing-masing dengan baik dan benar.
“Berharap pengelolaan keuangan di sekolah masing-masing itu bisa berjalan dengan baik. Saya berharap Bapak-Ibu selesai dari sini pulang, kalau ada kesulitan-kesulitan, ya komunikasi dengan teman-teman fasilitator, karena dengan pengelolaan yang baik, sekolah akan terus mendapatdukungan dana yang layak untuk pembelajaran peserta didik,” ujar Adolof.
Diharapkan, melalui kegiatan ini para peserta mampu memahami dan menerapkan pengelolaan ARKAS dan Dana BOSP secara tepat, menyusun perencanaan anggaran sesuai kebutuhan sekolah, melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan secara tertib, serta meningkatkan kualitas pertanggungjawaban penggunaan dana pendidikan pada jenjang SLB di Provinsi Papua Barat Daya.(Mar)







