
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya menggelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan tema “Mewujudkan Pembelajaran yang sadar (Mindful), bermakna (Meaningful) dan menyenangkan (Joyful) bagi anak berkebutuhan khusus”. Kegiatan dilaksanakan di Rylich Panorama, Jumat (23/10/2026).
Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Robert M Sentuf, SIP menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan berlandaskan Undang‑Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan. Guru sebagai tenaga profesional memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Tujuan utama pelatihan ini adalah memimpin dan memfasilitasi anak berkebutuhan khusus agar dapat mengembangkan potensi diri, keterampilan hidup, serta kemandirian secara optimal sesuai hambatan yang dialami masing‑masing.
Selain itu, Pembelajaran yang diajarkan tidak hanya berfokus pada penghafalan materi, melainkan pemahaman makna dan penerapan dalam kehidupan sehari‑hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya Adolof Kambuaya mengatakan bahwa pelatihan ini diikuti oleh guru‑guru SLB dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Raja Ampat.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas tenaga pengajar menjadi prioritas utama, karena kemampuan guru yang baik akan berdampak positif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
“Jika kapasitas tenaga guru tidak disiapkan dengan baik, dampaknya akan terasa pada anak‑anak didik kita yang berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Adolof berharap para peserta pelatihan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah masing‑masing. Dalam jangka panjang, anak‑anak berkebutuhan khusus diharapkan memiliki keterampilan hidup untuk mengurus diri sendiri, bahkan dapat menghasilkan pendapatan ekonomi dari kemampuan yang dimiliki, seperti bermain musik atau membuat karya lain meskipun memiliki hambatan fisik.(Mar)







