
SORONG,BeritaAktual.co,Teriakan penolakan spontan disuarakan sejumlah pedagang di pasar Boswesen Kota Sorong Papua Barat,pasalnya pedagang tidak ingin lokasi jualannya dipindahkan ke pasar modern yang akan segera digunakan dalam waktu dekat.
Aksi ini terjadi saat Walikota Sorong Lambertus Jitmau mendatangi pasar boswesen,Selasa (18/01/22) dan menyampaikan rencana pemindahan sekaligus memberikan sosialisasi peruntukan serta penggunaan pasar modern rufei,namun niat ini justru mendapatkan penolakan dari sejumlah pedagang dengan alasan tempat yang disediakan tidak cukup bagi para pedagang khususnya para penjual ikan selain itu sejumlah warga takut mendapat ancaman dari warga sekitar yang diduga telah mengusai lapak-lapak yang telah disiapkan pemerintah.
“Kita mau kesana tapi bagaimana? Kita kesana juga baku dapat dengan orang dikompleks itu kita sudah tidak mampu! Sedangkan polisi saja tidak mampu dengan dorang apalagi kita yang tidak ada apa-apa. Kita begini saja kita mau jadi apa disana? Jadi santapan? Terus kita kesana mau dapat tempat, mau duduk dimana? Pasar ikan saja Cuma 30 orang, sedangkan kita nelayan disini banyak. Harapan mama itu kita tetap di pasar Boswesen, kita tidak bisa pindah kesana.”kata Elpina Kendi salah satu pedagang dipasar boswesen.
Sementara menyikapi penolakan warga Walikota Sorong Lambertus Jitmau mengungkapkan aksi penolakan yang dilakukan hal yang biasa dan hampir terjadi disetiap Kota/Kabupaten di Indonesia saat pemerintah melakukan relokasi atau pembangunan ke jenjang yang lebih baik demi kepentingan dan kebutuhan orang banyak.
“Kalau hanya satu dua orang, perbedaan persepsi itu biasa. Tapi pada intinya mereka harus pindah. Saya beri kesempatan dari hari ini hingga hari jumat diatas itu saya harus bersihkan. Semua angkatan akan dikerahkan untuk melakukan pembersihan di pasar boswesen. Semua pedagang harus beraktivitas di pasar modern supaya pasar ini segera ramai. Lapak para pedang sudah ada disini, data di dispenda lengkap. Lapak ini kalau dibangun semua, kan tidak sampai ribuan! Mereka itu hanya ribut saja.”ujar lambert jitmau kepada awak media.
Meskipun terjadi aksi penolakan rencana pemindahan ke pasar rufei tetap akan dilaksanakan,namun Walikota Sorong belum merinci kapan pemindahan itu dilakukan.
Lambertus jitmau bahkan memberikan batas waktu kepada para pedagang hingga jumat 21 januari 2022 untuk segera pindah ke pasar modern rufei karena diatas tanggal tersebut Walikota Sorong bersama seluruh jajarannya dibantu aparat keamanan akan menggusur pasar boswesen.
Terekam kamera beritaaktual pedagang yang mencoba berbicara langsung dengan walikota sempat dibatasi oleh satuan polisi pamong untuk mengamankan Walikota yang hendak melangkah naik ke mobil dinas untuk meninjau pasar modern rufei.[JAS]







