
JEFMAN, BeritaAktual.co – Para pekerja (tukang bangunan) di kampung Jefman, distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat yang sebelumnya Sabtu, 22/01/2022 menyita sejumlah barang/fasilitas di Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 2 kampung Jefman karena menuntut sisa upah kerja yang tak dibayarkan, namun Minggu, 23 Januari 2022 barang barang sitaan tersebut telah dikembalikan.
Pengembalian barang sitaan itu berikut adanya itikad baik dari kontraktor membayar sisa upah kerja tukang pada pembangunan di sekolah Taman Kanak kanak (TK) Negeri 2, di Kampung Jefman Barat, distrik Salawati, Kabupaten Raja Ampat.
Kepada beritaaktual.co Minggu, 23 Januari 2022, kontraktor proyek pembangunan TK Negeri 2 kampung Jefman, Zaqir Alhamid mengungkapkan klasifikasinya. Dikatakan Zaqir bahwa upah keseluruhan dari pengerjaan sekolah Taman Kanak kanak (TK) tersebut berjumlah Rp 8000.000.00,- yang mana Rp 5.000.000.00,- telah dibayarkan dan sisa diberikan kepada pengawas proyek namun belum diserahkan ke pekerja sebab ada kesalahan komunikasi.
“Jadi uang sisa upah kerja Rp 3.000.000,- dan sudah kami berikan ke pengawas tetapi belum diserahkan ke pekerja sebab pengawas lagi ke Misool, katanya ada urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan sementara jaringan telepon disana (Misool) tidak bagus jadi agak susah. Ini hanya miskomunikasi saja sebenarnya,” kata Zaqir melalui telepon selulernya, Minggu, 23/01/2022.
Terkait pembayaran sisa upah kerja yang dipermasalahkan para tukang menurut Zaqir, pihaknya telah berkoordinasi dengan para tukang dan sisa upah kerja secepatnya dibayarkan. “Kami sudah koordinasi dengan tukang dan sisa upah kerja segera direalisasikan,” jelasnya.
Semsntara Kepala Tukang, Umar Tumbulawa mengaku senang karena ada itikad baik dari kontraktor untuk menyelesaikan pembayaran sisa upah kerja mereka sehingga tak ada lagi masalah. Berkaitan dengan barang sitaan tambah Umar, pihaknya sudah mengembalikan karena sudah ada penyelesaian.
“Iya, sudah ada penyelesaian dengan pihak kontraktor jadi, barang barang fasilitas sekolah kami kembalikan,” pungkasnya. [dav]







