
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (P2KP) menggelar pasar murah yang berlangsung di halaman kantor Gubernur Papua Barat daya, Selasa (17/12/2024).
Tak tanggung-tanggung, pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menghadirkan berbagai distributor pangan dari kota Sorong seperti Bulag, ID Food, Delta, Bone Indah dan perdagangan pasar ikut berkontribusi dalam pasar murah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian pangan Kelautan dan Perikanan (P2KP) Provinsi Papua Barat Daya Absalom Solossa mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan bahan pangan seperti beras premium, minyak goreng, tepung terigu, telur dan sebagainya untuk masyarakat.
Menurutnya harga yang ditawarkan di pasar murah sangat terjangkau dan tentunya di bawah harga pasar seperti; beras premium 5 kilogram dijual dengan Rp60.000, minyak goreng 1 liter Ro15.000, tepung kemasan 1 kilogram Rp10.000, bawang merah per kilo Rp35.000, bawang putih Rp35.000 per kilo dan telur 1 ram Rp50.000

“Dalam pasar murah ini kami menyediakan minyak goreng sebanyak 2000 liter, beras premium 5 kilogram ada 2 ton, telur 200 ram, sementara bawang merah dan bawang putih 1 ton. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang ditetapkan sejak tahun 1981 oleh FAO (Food and Agriculture Organization),” ujar Absalom Salossa. Selasa (17/12/2024).
Selain itu lanjut dia, tema Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2024 adalah “Hak Atas Pangan Untuk Kehidupan dan Masa Depan yang Lebih Baik”, yang menyoroti pentingnya pemenuhan hak dasar pangan bagi seluruh masyarakat.
Absalom Salossa berharap pasar murah ini dapat membantu kebutuhan masyarakat ditengah pendapatan warga sedang naik turun apalagi menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru.
Absalom juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan yang memastikan kebutuhan pangan masyarakat Papua Barat Daya terpenuhi, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. “Semoga pasar murah ini bisa membantu menjaga ketersediaan, kelancaran distribusi, dan menjaga kestabilan harga pangan di wilayah Papua Barat daya,” tutupnya. (Mar)







