Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Metro

  • Metro

DKLH PBD Gelar Rakor Dorong Penetapan Redistribusi Tanah Agraria Kabupaten Kota

Marni Rabu, 6 Agustus 2025 3 min read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
Screenshot_20250806_183606_Chrome
Bagikan berita ini
        

 

KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya Melalui Dinas Lingkungan Hidup ,Kehutanan dan Pertanahan menggelar Rapat Koordinasi Penetapan Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria Lintas daerah Kabupaten/Kota Provinsi Papua barat daya berlangsung di salah satu hotel di kota Sorong, Rabu (6/8/2025).

Direktur Jenderal Reforma Agraria Kementerian ATR/BPN, Rudi Rubijaya,menyampaikan bahwa rapat Koordinasi Penetapan Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria Lintas daerah Kabupaten / Kota ,langkah awal dalam pelaksanaan Reforma Agraria di provinsi papua barat daya.

“Kami akan membahas dan mengidentifikasi objek, redistribusi tanah bagian dari proses awal. Untuk mencegah konflik pertanahan di masa depan.maka dengan melalui redistribusi dan penataan akses, Kami harapkan bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hal ini Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di provinsi papua barat daya belum terbentuk, Ia mengapresiasi inisiatif Dinas LHK dan pertanahan papua barat daya telah menyelenggarakan kegiatan ini lebih awal sesuai dengan amanat perpres Nomor 62 tahun 2023 tentang percepatan Reforma Agraria.

Ia menambahkan bahwa sejumlah persoalan yang sering muncul di lapangan selalu di bahas dalam rapat, contohnya perizinan ,status kawasan ,seperti tumpang tindih regulasi. Apalagi, sebagai daerah otonomi baru, kebutuhan lahan di provinsi papua barat daya sangat tinggi.

“Perlu kami bahas dalam forum GTRA yang melibatkan OPD teknis ,Forkopimda, kehutanan, kepolisian, kejaksaan agar bisa cari solusi bersama,” jelasnya.

Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) memiliki peran dalam menangani konflik pertanahan dan penataan aset dan akses, jika persoalan tidak bisa diselesaikan di tingkat provinsi ,kabupaten/ kota, langsung dapat dibawa ke GTRA  Pusat untuk ditindaklanjuti.

“Proses pengambilalihan dilakukan secara bertahap dan melalui mekanisme peringatan badan hukum jika ada tahun hak tidak dimanfaatkan, negara dapat melakukan penertiban. Sementara untuk tanah perorangan, pendekatannya lebih fleksibel,” katanya.

Dirinya menegaskan bahwa prinsip dasar reforma agraria tetap menghormati keberadaan tanah ulayat atau tanah adat.pemerintah mendorong percepatan penetapan dan sertifikasi tanah adat dan syarat batas dan subjek hukumnya.

“Kami berharap papua bisa mengikuti langkah seperti di Bali, dan tanah adat desa telah ditetapkan dan di sertifikasi. Namun untuk tanah -tanah yang berada di tengah kota tidak dimanfaatkan sehingga dapat menimbulkan masalah sosial, maka itu pemerintah berhak melakukan penertiban dengan pendekatan yang berbeda yang milik pribadi dan badan hukum,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas LHK Pertanahan Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu menyampaikan bahwa banyak persoalan pertanahan yang ditemukan di wilayah papua barat daya.

“Masalah dari tumpang tindih antara kawasan hutan dengan tanah adat, tanah bersertifikat masuk dalam kawasan hutan, hingga SK TORA dan SK biru yang belum berjalan,” ujarnya.

Dirinya menyoroti ada aksi protes masyarakat adat ,seperti yang terjadi di sorong selatan, konda terkait HGU  dianggap tanah terlantar

“Kami adalah provinsi baru yang membutuhkan banyak lahan untuk pembangunan. Tidak hanya untuk pemerintah provinsi, tapi juga TNI, Polri, dan sektor lainnya,” terangnya.

Permasalahan ini tidak akan selesai tanpa mekanisme reforma agraria. Oleh karena itu,  pentingnya segera membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria di tingkat provinsi.

“Dalam GTRA akan ada unsur OPD teknis, Kanwil BPN, Balai Kehutanan, hingga aparat penegak hukum seperti Polda dan Kejaksaan. Ini akan menjadi forum strategis untuk menyelesaikan berbagai persoalan,” ucapnya.

Julian juga menjelaskan bahwa semua kabupaten/kota di Papua Barat Daya sudah memiliki SK Biru. Tantangannya adalah bagaimana memproses dokumen agar dapat diterbitkan sertifikatnya.

“Termasuk juga tanah adat, bisa disertifikatkan sepanjang letak dan batas-batasnya jelas dan tidak tumpang tindih. Hampir semua wilayah di Papua Barat Daya memiliki persoalan tanah, bahkan bisa mencapai ratusan ribu hektar, “ucapnya.

Karena itu, salah satu prioritas pemerintah daerah saat ini adalah melakukan inventarisasi seluruh HGU. “Kami akan cek satu per satu. Bila ada HGU yang tidak dimanfaatkan, akan kami proses sesuai mekanisme untuk dikembalikan ke negara dan diserahkan kepada masyarakat,” pungkas Kelly.

Kelly Kambu juga menyoroti praktik pemilik HGU yang hanya memanfaatkan lahan sebagai jaminan kredit, namun investasi dilakukan di daerah lain. “Langkah pertama untuk  pembentukan GTRA. Kedua, inventarisasi seluruh HGU. Ketiga, menyelesaikan seluruh polemik dalam forum GTRA agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” tutup Julian Kelly Kambu. (Mar)

Tentang penulis

DKLH PBD Gelar Rakor Dorong Penetapan Redistribusi Tanah Agraria Kabupaten Kota 2 mystery

Marni

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Continue Reading

Previous: Pemprov Serahkan Dokumen Ranperda RPJMD, Ini Kata DPRD Maluku
Next: Bangkitkan Semangat Nasionalisme, Satlantas Polresta Sorong Kota Bagi Bendera Merah Putih ke Pengendara Mobil dan Motor

Related News

IMG-20260415-WA0018
1 min read
  • Metro

Otsus Bukan Hanya Soal Uang, Julian Kelly Kambu: Fokus pada Kebijakan dan Kewenangan Daerah

Marni Rabu, 15 April 2026
Screenshot_20260413_160842_Gallery
Pemprov PBD dan Politeknik KP Sorong Launching TEFA Kerang(foto/Mar)
2 min read
  • Metro

Pemprov PBD Bersama Politeknik KP Sorong Launching Program Budidaya Kerang    

Marni Senin, 13 April 2026
IMG-20260411-WA0002
2 min read
  • Metro

Tidak Ada Kejelasan, Penanganan Kasus Pemotongan Truk Picu Laporan ke Propam Papua Barat Daya

Marni Sabtu, 11 April 2026

Berita lainnya

Screenshot_2026-04-17-13-19-40-136_com.android.chrome
1 min read
  • Daerah

Watubun Ikut Pembekalan Lemhanas, Ini Tujuannya

Q Jumat, 17 April 2026
Screenshot_2026-04-17-12-13-44-959_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Lapas Wahai Tegaskan Zero Halinar sebagai Komitmen Integritas 2026

Q Jumat, 17 April 2026
Screenshot_2026-04-17-12-13-21-660_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Estafet Sarung Meriahkan HBP ke-62 di Lapas Wahai

Q Jumat, 17 April 2026
20260417_100454
Ketua TP PKK Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat
2 min read
  • Kesehatan

Memperingati  HKG PKK ke-54,TP PKK Kota Sorong  Ajak Masyarakat Senam Pagi dan Pemeriksaan Kesehatan

Marni Jumat, 17 April 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d