
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Kepala Bidang Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Papua Barat Daya, Johosua R. Homer, S.E, M.M mengatakan, Gubernur Elisa Kambu mengingatkan Kepala-kepala daerah di wilayah Papua Barat Daya agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem, peningkatan curah hujan signifikan sejak awal Agustus 2025.
Hal ini, sebagaimana dikeluarkan Surat edaran Gubernur Papua Barat Daya berdasarkan himbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nomor:300/GUB-PBD/X/2025.
Dengan surat imbauan tersebut, Gubernur memastikan, kepala-kepala daerah menyiapkan langkah-langkah konkret, berdasarkan informasi prediksi cuaca sepekan ke depan. Informasi peringatan dini daerah berpotensi banjir, banjir bandang, dan gerakan tanah (longsor) sampai level kabupaten/kota perlu diperhatikan melalui risiko bencana yang ada di kabupaten/kota, ataupun inarisk. Serta memastikan upaya kesiapsiagaan di tingkat masyarakat berjalan baik dan efektif mengecek jalur evakuasi dan tempat pengungsian yang aman.
“Kami perlukan upaya pencegahan guna meminimalkan dampak ancaman bencana banjir dan gerakan tanah (longsor),” terang Johosua kepada di awak media, Jumat (12/9/2025).

Selanjutnya, langkah mengidentifikasi kebutuhan dan ketersediaan sumber daya yang ada di daerah, berdasarkan rencana kontinjensi yang telah disusun yaitu, melakukan koordinasi bersama dinas terkait di tingkat kabupaten/kota, dan sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dengan cara, melakukan sosialisasi dan edukasi peringatan dini bencana menggunakan/media elektronik atau media sosial serta berkoordinasi dengan lembaga/organisasi masyarakat dalam penyebarluasan informasi peringatan dini.
Selain itu, perlu dilakukan meningkatkan upaya mitigasi seperti, membersihkan saluran air, naturalisasi sungai, penanaman vegetasi berakar kuat, pembangunan dinding penahan tebing.
Johosua juga menyampaikan, sehubungan dengan cuaca ekstrim dan kondisi cuaca hidrometeorologi beberapa pekan terakhir di wilayah Papua Barat Daya, terjadi secara keseluruhan dan hampir merata di semua kota dan kabupaten Papua Barat Daya.
Untuk itu, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan kepala-kepala daerah terkait dikeluarkannya surat imbauan dari Gubernur kepada seluruh Bupati-Walikota dan kepala BPBD se-Provinsi Papua Barat Daya.
“Kami akan segera melakukan koordinasi menyikapi fenomena cuaca ekstrim, hidrometeorologi, hujan, banjir, dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah yaitu kabupaten Sorong Selatan, kabupaten Maybrat, kabupaten Tambrauw, kabupaten Raja Ampat, dan kota Sorong,” ujarnya.
Johosua juga menegaskan bahwa, pihaknya akan mengambil langkah-langkah representatif dan antisipatif untuk menginformasikan kepada seluruh kepala daerah, segera berkoordinasi dengan seluruh forkopimda, unsur masyarakat, TNI/POLRI guna kesiapsiagaan menyiapkan, mengantisipasi ancaman ini sampai kepada kondisi darurat terjadi.
“Kami sebagai dinas teknis merilis ini untuk mempublikasikan kepada seluruh masyarakat di wilayah Papua Barat Daya, agar pemerintah daerah bersama TNI/Polri, dan seluruh unsur masyarakat dapat bersama-sama memperhatikan ini, terutama saat cuaca ekstrim hidrometeorologi ini menjadi ancaman kita semua,” paparnya.
Johosua Homer juga menghimbau kepada seluruh masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Teruma masyarakat yang berada di daerah-daerah yang rawan banjir, longsor ketika cuaca mendung dan hujan, sebaiknya mengambil langkah mengungsi atau menghindar. (Mar)







