Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • IKLAN
  • TMMD

Beranda Beranda » Ekonomi & Bisnis

  • Ekonomi & Bisnis

Pertama di Tanah Papua Zona Khas Kuliner Halal dan Aman Diresmikan di Sorong

Marni Selasa, 11 November 2025 4 min read

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
Screenshot_20251111_193622_Chrome
Peresmian Zona Khas (Kuliner Halal, Aman dan Sehat) di Kantin Universitas Muhammadiyah (UMS) Sorong. [Foto: BeritaAktual]
Bagikan berita ini
        

 

KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Papua Barat bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya meresmikan Zona Khas (Kuliner Halal, Aman dan Sehat) di Kantin Universitas Muhammadiyah (UMS) Sorong, Selasa (1/1/2025).

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Arif Rahadian menyampaikan, Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KDEKS) Bank Indonesia (BI) terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi keuangan syariah lokal yang lebih inklusif, dan berkelanjutan.

Dikatakan Arif, zona khas ini bukan hanya sekadar area kuliner, melainkan sebuah proyek percontohan dari model ekosistem halal yang mengintegrasikan tiga nilai utama: halal (sesuai prinsip syariah dan etika bisnis Islam), aman (memenuhi standar kesehatan dan higienitas), dan sehat (mendorong pola konsumsi masyarakat yang baik dan bertanggung jawab).

“Zona Khas ini merupakan pertama di Tanah Papua, dan ada di kantin Universitas Muhammadiyah (UMS) Sorong,” terangnya.

Sejalan dengan cetak biru lanjut Arif, ini merupakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah BI, yang terdiri dari empat pilar utama yaitu: penguatan ekonomi halal, pendalaman pasar keuangan syariah (termasuk inklusi keuangan syariah), pengembangan keuangan sosial syariah (melalui pemanfaatan dana sosial seperti ziswaf), serta penguatan riset dan edukasi ekonomi syariah.

Selain itu, Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Barat telah melakukan berbagai inisiatif untuk mendukung keempat pilar:

 

1. Fasilitasi Sertifikasi Halal:

Bekerja sama dengan BPJPH dan Halal Center Salimah, BI memfasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, memastikan produk mereka memenuhi standar halal dan diterima pasar luas.

2. Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha): 

BI juga mengadakan pelatihan Juleha untuk meningkatkan kompetensi para juru sembelih dalam melaksanakan tugasnya sesuai syariat dan ketentuan, mengingat peran penting mereka di hulu rantai nilai halal.

3. Literasi Wakaf: 

BI bekerjasama dengan Baznas dan BWI untuk mendorong pengelolaan wakaf melalui aplikasi Satu Wakaf, memungkinkan masyarakat berwakaf dengan mudah melalui scan QRIS.

4. Pembentukan Zona Khas: 

Peresmian zona khas di Kota Sorong merupakan inisiatif untuk menciptakan ekosistem halal, khususnya di sisi hilir. Zona ini diharapkan menjadi pilot project yang dapat direplikasi di daerah lain.

Arif menambahkan, zona khas di Sorong saat ini masih berupa pilot project kecil, namun diharapkan dapat menginspirasi pengembangan zona kuliner serupa di kampus-kampus dan destinasi wisata di Papua, khususnya Sorong. BI juga mendorong pengembangan model bisnis pariwisata ramah muslim, yang sangat potensial diterapkan di Papua Barat Daya sebagai salah satu destinasi utama.

Di tempat yang sama, Asisten Il Pemprov Papua Barat Daya, Johnny Way menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat atas inisiatif luar biasa dalam menginisiasi pembangunan Zona KHAS yang akan menjadi pertama di Tanah Papua, serta kepada Universitas Muhammadiyah Sorong yang menjadi lokasi percontohan dari program ini.

“Kami sangat ucap terima kasih kepada Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Bank Indonesia Provinsi Papua Barat dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mendukung tumbuhnya ekosistem halal di wilayah kita,” ujarnya

Menurut Johnny Way, Zona KHAS bukan sekadar tempat makan atau pusat kuliner semata, tetapi simbol komitmen bersama untuk membangun gaya hidup halal, aman, dan sehat di tengah masyarakat. Di balik inisiatif ini, terdapat semangat besar untuk memperkuat rantai nilai halal mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi produk dan jasa yang sesuai dengan prinsip syariah.

“Kita memahami bahwa penguatan ekosistem halal merupakan bagian penting dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui Zona KHAS, kita membangun trust, kualitas, dan daya saing produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas tidak hanya di Papua Barat Daya, tetapi juga di tingkat nasional dan bahkan global,” ucapnya

Provinsi Papua Barat Daya memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi halal. Sektor kuliner, pariwisata, dan produk kreatif lokal kita menyimpan peluang luar biasa. Dengan dukungan berbagai pihak, saya yakın Sorong dan daerah sekitarnya dapat tumbuh menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah di kawasan timur Indonesia.

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sinergi yang kuat. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kita memerlukan dukungan akademisi, dunia usaha, perbankan, komunitas, serta masyarakat luas. Universitas Muhammadiyah Sorong, melalui kegiatan hari ini, menjadi contoh bagaimana lembaga pendidikan dapat mengambil peran strategis menjadi pusat edukasi halal, riset, dan inovasi yang melahirkan pelaku usaha baru yang berintegritas dan berdaya saing

Ia berharap Zona KHAS dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Papua Barat Daya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Mari kita jadikan pencanangan Zona KHAS hari ini sebagai langkah nyata untuk membangun ekonomi yang berkeadilan, beretika, dan ber keberkahan.

“Semoga melalui inisiatif ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengkonsumsi produk yang halal, aman, dan sehat bukan hanya sebagai kewajiban agama semata, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial terhadap diri dan lingkungan,”tutupnya.

Tentang penulis

Pertama di Tanah Papua Zona Khas Kuliner Halal dan Aman Diresmikan di Sorong 2 mystery

Marni

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Continue Reading

Previous: Komisi II Dorong Percepatan Akselerasi Pembangunan di Maluku
Next: SPBU Pertamina Jadi Tempat Isi Energi Ojek dan Taksi Online Sebelum Narik Lagi

Related News

Screenshot_20251202_192035_Chrome
Harga bumbu di Pasar Remu Sorong. [Foto: BeritaAktual]
1 min read
  • Ekonomi & Bisnis

Harga Bumbu di Pasar Remu Relatif Naik, Cabai Rawit Lokal di Harga Rp110 Per Kg

Marni Selasa, 2 Desember 2025
IMG-20251120-WA0009
QRISTAL Kasuari 2025 [Foto: BI PBD]
2 min read
  • Ekonomi & Bisnis

Festival QRISTAL Kasuari 2025, BI Perkuat Transformasi Pembayaran Digital di PBD

Marni Kamis, 20 November 2025
Screenshot_20251030_133550_Chrome
2 min read
  • Ekonomi & Bisnis

Bulog Salurkan Bantuan Pangan Beras Dan Minyak Kita Sebanyak 43.935 PBP   

Marni Kamis, 30 Oktober 2025

Berita lainnya

IMG-20251206-WA0022
2 min read
  • Daerah

Ambon Dorong Kota Ramah Disabilitas Lewat Festival Kreasi Inklusi

Q Sabtu, 6 Desember 2025
IMG-20251206-WA0044
2 min read
  • Metro

PBD Jadi Pilot Project Nasional: Sinergi Lintas Sektor Turunkan Potensi Teror, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Marni Sabtu, 6 Desember 2025
IMG-20251206-WA0025
1 min read
  • Daerah

Wali Kota Ambon Buka Festival Inklusi Maluku 2025

Q Sabtu, 6 Desember 2025
image_search_1764911451208
2 min read
  • Maluku

Komisi II Tekankan Pengadaan Mesin Kapal Sesuai Kebutuhan Nelayan di Bursel

Q Sabtu, 6 Desember 2025
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d