Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Maluku

  • Maluku

Pengamat Beberkan Akar Keretakan Hubungan Gubernur-Wagub Maluku

Q Senin, 1 Desember 2025 3 minutes read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
image_search_1764546137787

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath.

Bagikan berita ini
        

AMBON, BeritaAktual.co – Retaknya hubungan antara Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dan Wakil Gubernur, Abdullah Vanath, bukan sekadar isu politik permukaan.

Lebih dari itu, keretakan ini mencerminkan masalah struktural dan kultural yang mendalam dalam tata kelola pemerintahan di provinsi tersebut.

Analisis mendalam mengungkap, bahwa akar keretakan ini berakar pada persaingan kekuasaan, tarik-menarik kepentingan, dan warisan konflik yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Isu yang semula dianggap sebagai dinamika internal pemerintahan, kini telah menjadi sorotan publik, dengan potensi implikasi yang luas.

Sumber-sumber terpercaya di lingkungan pemerintahan Maluku mengindikasikan, bahwa keretakan ini berakar pada perbedaan pandangan strategis, alokasi sumber daya, dan pengaruh politik. Persaingan di antara lingkaran pendukung masing-masing pemimpin juga disebut-sebut memperburuk situasi.

Menanggapi ini, Pengamat Sosial Politik Maluku, Ardiman Kelihu mengungkapkan, bahwa fenomena disharmoni antara kepala daerah dan wakil kepala daerah bukanlah hal baru, namun tetap mengkhawatirkan.

“Perpecahan semacam ini sering terjadi di berbagai daerah, dan Maluku tidak terkecuali. Polanya seringkali muncul di tahun-tahun awal pemerintahan, dengan eskalasi konflik yang semakin terlihat seiring berjalannya waktu,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, yang diterima wartawan, di Ambon, Senin (1/12/2025).

Ardiman mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada keretakan hubungan ini, yakni pembagian kewenangan dan jabatan yang dianggap tidak adil, di mana gubernur seringkali memegang kendali yang lebih besar.
​
Kemudian tekanan dari politisi, tokoh agama, dan kelompok kepentingan yang berusaha mempengaruhi kebijakan, dan alokasi sumber daya, dan persiapan untuk pemilihan kepala daerah berikutnya, yang memicu persaingan dan intrik politik.

“Di Maluku, kita melihat kombinasi dari faktor-faktor ini. Sayangnya, hal ini dapat mengganggu fokus pemerintah daerah dalam menjalankan program-program pembangunan, yang penting bagi masyarakat,” kata Ardiman.

Ardiman juga menyoroti potensi dampak negatif dari konflik elite politik terhadap kohesi sosial di Maluku.

“Meskipun terlalu dini untuk mengatakan, bahwa keretakan ini akan langsung memicu konflik komunal, kita tidak boleh meremehkan potensi polarisasi yang dapat terjadi. Masyarakat Maluku perlu menjaga persatuan dan kesatuan, terutama di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang ada,” tegasnya.

Untuk mengatasi situasi ini, Ardiman menyarankan, agar kedua pemimpin segera mengambil langkah-langkah konstruktif.

“Dialog terbuka dan jujur sangat penting. Mereka harus mengesampingkan kepentingan pribadi dan kelompok, serta fokus pada kepentingan yang lebih besar, yaitu kesejahteraan masyarakat Maluku,” ujarnya.

Selain itu, Ardiman juga menekankan perlunya reformasi birokrasi yang transparan dan akuntabel.

“Kita membutuhkan sistem yang adil dan profesional, di mana semua pihak memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi. Ini akan membantu mengurangi potensi konflik, dan meningkatkan efisiensi pemerintahan,” katanya.

Dia berharap, agar para pemimpin daerah dapat menunjukkan kedewasaan politik, dan komitmen untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Tentang penulis

Pengamat Beberkan Akar Keretakan Hubungan Gubernur-Wagub Maluku 1 Screenshot 2026 05 06 14 21 33 406 com.whatsapp

Q

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Post navigation

Previous: Banggar DPRD Tekankan Optimalisasi Pendapatan dan Perhatikan Kesejahteraan Masyarakat
Next: Pemkot Ambon Pastikan Stok Bapok Aman Jelang Nataru

Related News

Screenshot_2026-03-04-11-24-25-751_com.android.chrome
  • Maluku

Watubun: Bentrok Pemuda Ancam Masa Depan Malra

Q Senin, 30 Maret 2026
IMG_20260328_140131_138-1536x1152~2
  • Maluku

Mony Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya Pukul Sapu Lidi

Q Senin, 30 Maret 2026
IMG_20260328_140131_138-1536x1152
  • Maluku

Reza Mony Usul Kapitan Tulukabessy Jadi Pahlawan Nasional

Q Sabtu, 28 Maret 2026

Berita lainnya

FB_IMG_1784377340596
  • Daerah

Wali Kota Nilai Rans Carnival Jadi Penggerak Ekonomi dan Etalase UMKM di Ambon

Q Sabtu, 18 Juli 2026
20260718_165244
Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura PBD menyalurkan bantuan Korban Kebakaran di Klademak ll kota sorong di Kelurahan Klaligi dan Kelurahan Malawei,(foto/Mar)
  • Metro

Wujud Solidaritas, Ikatan Alumni Hollandia Jayapura PBD Beri Bantuan Korban Kebakaran Klaligi Dan Malawei

Marni Sabtu, 18 Juli 2026
20260717_212023
  • Metro

Gubernur Elisa Kambu : Gemira Harus kuat Sinergi Dan Dukung Pembangunan Di Papua Barat Daya 

Marni Sabtu, 18 Juli 2026
20260717_212023
  • Daerah

Gubernur Elisa Kambu : Gemira harus Memperkuat Sinergi Dan Mendukung Pembangunan Di Papua Barat Daya 

Marni Sabtu, 18 Juli 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d