
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui sejumlah dinas terkait selama tahun 2025 melaksanakan program pembangunan dan peningkatan fasilitas publik berskala luas, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur dasar, ketersediaan hunian layak, serta aksesibilitas yang setara bagi seluruh warga.
Menurut Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, serangkaian upaya pembangunan ini merupakan bagian dari rencana jangka menengah Pemkot Ambon untuk memperkuat fondasi pembangunan kota dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kita menyadari, bahwa infrastruktur yang baik adalah kunci bagi perkembangan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, kami memprioritaskan pembangunan sektor-sektor yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya kepada wartawan, di Ambon, Selasa (6/1/2026).
Salah satu pilar utama program pembangunan adalah peningkatan infrastruktur jalan raya yang dilakukan di berbagai kawasan penting di Kota Ambon, antara lain Rutong, Passo, dan Batu Merah. Pelaksanaan pekerjaan dikoordinasikan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon.
Di kawasan Rutong, pembangunan yang berlangsung sejak akhir tahun 2025 mencakup perluasan ruas jalan utama sepanjang 1,2 kilometer, dan pembuatan sistem drainase baru yang dirancang untuk mengantisipasi genangan air selama musim hujan. Selain itu, juga dilakukan penataan trotoar selebar 1,5 meter untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki.
“Di Rutong, jalan yang tadinya hanya mampu menampung satu arah lalu lintas kini diperluas menjadi dua arah, sehingga diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi pada jam sibuk,” jelas dia.
Di kawasan Passo, fokus perbaikan diberikan pada ruas jalan sepanjang 800 meter yang menghubungkan kawasan pemukiman dengan pusat perdagangan lokal.
Pekerjaan meliputi perbaikan permukaan jalan aspal yang rusak, akibat penggunaan kendaraan berat, pemasangan pagar pengaman di bagian lereng jalan, serta penambahan lampu penerangan jalan sebanyak 25 unit.
Sementara di Batu Merah, pembangunan meliputi perbaikan jalan lingkungan sepanjang 1,5 kilometer dan penataan area parkir yang terpadu dengan fasilitas umum.
“Selain itu, juga dilakukan peningkatan akses jalan menuju beberapa tempat ibadah dan fasilitas pendidikan di kawasan tersebut,” ujar Wali Kota.
Selain infrastruktur jalan, lanjut Wali Kota, Pemkot Ambon juga fokus pada peningkatan kondisi hunian masyarakat dengan menjalankan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Sebanyak 37 unit rumah yang tersebar di 8 kelurahan berbeda, antara lain Kelurahan Negeri Lama, Hative Besar, dan Teluk Ambon telah mendapatkan perbaikan menyeluruh sejak awal bulan Desember 2025.
Program ini dilakukan melalui kerja sama antara Dinas PUPR dengan Dinas Sosial Kota Ambon, serta dukungan dari mitra kerja swasta dan organisasi masyarakat lokal.
Setiap keluarga penerima manfaat tidak hanya menerima perbaikan struktur bangunan seperti atap, dinding, dan lantai, namun juga fasilitas pendukung penting seperti kamar mandi yang layak, sumur bor atau akses ke sistem air bersih, serta instalasi listrik yang aman.
“Kami melakukan pendataan secara cermat, untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran kepada keluarga yang paling membutuhkan,” ungkap Wali Kota.
Dia menambahkan, pihaknya juga memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara merawat dan memelihara rumah, agar tetap layak huni dalam jangka panjang.
Tak berhenti di situ, Pemkot Ambon juga tengah membangun pasar rakyat baru, yang direncanakan akan menjadi pusat perdagangan modern, namun tetap ramah bagi pedagang kecil dan menengah.
Lokasi pasar yang dipilih di kawasan Karang Panjang dianggap strategis, karena dapat dijangkau dari berbagai wilayah di Kota Ambon, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Desain pasar rakyat baru tersebut mencakup ruang usaha yang terbagi menjadi beberapa blok sesuai jenis komoditas, area parkir yang memadai, fasilitas sanitasi yang layak, serta sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.
“Kami berharap, pasar baru ini dapat menjadi tempat bertemunya para pedagang dan pembeli dengan suasana yang nyaman, bersih, dan teratur,” jelas dia.
Selain pembangunan pasar rakyat, Pemkot Ambon juga melakukan rehabilitasi terhadap berbagai fasilitas publik untuk menjadi lebih ramah disabilitas.
Beberapa fasilitas yang menjadi fokus antara lain taman kota, rumah sakit umum, sekolah negeri, serta kantor kelurahan. Pekerjaan rehabilitasi meliputi pemasangan jalan setapak ramah roda kursi, lift untuk akses lantai atas, toilet khusus bagi penyandang disabilitas, dan tanda rambu petunjuk yang mudah dipahami.
Program rehabilitasi fasilitas publik ramah disabilitas ini dilakukan sesuai dengan standar nasional, dan bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh warga, tanpa memandang kondisi fisiknya, dapat mengakses fasilitas publik dengan mudah dan nyaman.
“Kita ingin memastikan, bahwa Kota Ambon adalah tempat yang ramah bagi semua orang, termasuk teman-teman kita yang memiliki keterbatasan fisik. Setiap warga berhak mendapatkan akses yang sama terhadap fasilitas publik,” tegas Wali Kota.
Wali Kota menambahkan, seluruh program pembangunan ini diharapkan dapat selesai tepat waktu pada kuartal kedua tahun 2026.
“Saya mengimbau masyarakat untuk terus mendukung, dan menjaga fasilitas publik yang telah dibangun, agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi semua warga Kota Ambon,” tandas Wali Kota.




