
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Festival musik berskala nasional dan internasional, yakni Ambon International Music Festival (AIMF) 2025, telah sukses diselenggarakan pada tanggal 30 hingga 31 Oktober 2025 lalu.
Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon ini bertujuan, untuk mengukuhkan posisi Ambon sebagai Kota Musik Dunia UNESCO dengan predikat Excellent, sekaligus merayakan ulang tahun ke-6 penetapan status tersebut pada tahun 2019.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, AIMF 2025 bukan hanya sekadar ajang pertunjukan musik, melainkan juga menjadi sarana diplomasi budaya yang memperkuat hubungan antar negara.
“Kita ingin menunjukkan, bahwa musik bukan hanya tentang hiburan, tapi juga alat untuk menyatukan masyarakat dan mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan menuju tahun 2030,” ujarnya, saat dihubungi dari Ambon, Jumat (9/1/2026).
Dia menambahkan, bahwa festival ini dirancang untuk memberdayakan ekosistem kreatif lokal, memberikan wadah bagi musisi muda Ambon untuk menampilkan karya terbaik mereka serta berkolaborasi dengan seniman berkelas dunia.
“Kami memang berkomitmen, untuk mengembangkan potensi musik daerah yang kaya akan budaya, mulai dari musik tradisional seperti kakalo dan tifa hingga genre modern yang terus berkembang,” jelas Wattimena.
Wattimena juga mengaku, AIMF akan menjadi acara tahunan yang terus dikembangkan, untuk menarik lebih banyak wisatawan budaya dan memperkuat industri kreatif lokal.
“Dengan suksesnya AIMF 2025, kita berharap Ambon dapat menjadi pusat musik dunia yang tidak hanya dikenal karena prestasi UNESCO, tapi juga karena kontribusi nyata dalam memajukan seni dan budaya musik global,” harap Wattimena.
Untuk diketahui, AIMF 2025 menghadirkan peserta dari lebih dari 10 negara, antara lain Thailand, Malaysia, Belanda, Yunani, Filipina, Singapura, dan juga delegasi dari kota-kota anggota Jaringan Kota Kreatif UNESCO di seluruh dunia.
Beberapa nama besar musik internasional yang tampil antara lain grup musik folk dari Yunani Lemonakis Ensemble, band rock dari Belanda The Blue Diamonds Revival, serta duet musik tradisional Thailand Sawasdee Duo.
Di sisi lain, musisi lokal Ambon juga menunjukkan performa gemilang, seperti grup musik Moluccan Rhythm Section, penyanyi solo Yuliana Saputri, dan komunitas musik tradisional Gugus Musik Tifa Ambon.
Kolaborasi khusus antara musisi lokal dan internasional menjadi sorotan utama, di mana mereka menyajikan kombinasi unik antara nada tradisional Maluku dengan gaya musik dunia.
Selain konser musik utama, AIMF 2025 juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas pendukung yang memperkaya makna festival.
Antara lain, Forum Kota Musik ASEAN yang diikuti oleh perwakilan dari kota-kota musik di kawasan ASEAN untuk membahas strategi pengembangan industri musik dan kerja sama antarwilayah, Konser Musik Dunia yang menampilkan ragam genre musik dari berbagai belahan dunia, Pertunjukan Musik Silang Negara yang diadakan di beberapa titik wisata ikonis Ambon seperti Pantai Liang dan Benteng Rotterdam, Pameran UMKM Kreatif yang menampilkan produk karya anak daerah terkait industri kreatif, serta Workshop Musik yang diberikan bagi anak muda Ambon oleh musisi profesional.
Perwakilan Jaringan Kota Kreatif UNESCO untuk Asia Pasifik, Dr. Sandra Wijaya, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan AIMF 2025.
“Ambon telah menunjukkan, bahwa kota musik tidak hanya tentang jumlah acara, tapi juga tentang bagaimana musik dapat menjadi katalisator untuk pembangunan sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Acara ini telah diakui sebagai salah satu acara unggulan dalam kalender kegiatan Jaringan Kota Kreatif UNESCO tahun 2025, dengan fokus pada konektivitas antara musik tradisional dan modern serta kolaborasi lintas budaya.




