
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat meninjau rumah warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Kamis (15/1/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Sebanyak 43 unit rumah pembangunan kembali bagi warga Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, yang menjadi korban konflik sosial tahun 2025 telah selesai, dan siap untuk ditempati.
Pengecekan akhir dilakukan oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Kamis (15/1/2026), dimana hanya tersisa beberapa penyempurnaan kecil, sebelum warga benar-benar bisa kembali menetap.
Pembangunan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon, dengan dukungan anggaran sebesar Rp1 miliar dari provinsi, serta tambahan dana dari APBD Kota Ambon dan kontribusi sukarela dari pengusaha lokal.
Proses pembangunan yang dijadwalkan selesai akhir tahun 2025 berjalan sesuai rencana, bahkan sedikit lebih cepat berkat koordinasi antar instansi terkait.
“Kita telah menyelesaikan semua struktur utama rumah. Saat ini hanya tinggal menyempurnakan beberapa detail, seperti pengecatan akhir, dan pemasangan fasilitas pendukung kecil,” ujar Wali Kota.
Ia menekankan, bahwa pembangunan ini bukan hanya tentang memberikan atap baru, tetapi juga sebagai bentuk konkrit kehadiran negara bagi masyarakat, yang mengalami kesulitan.
Selain pembangunan fisik, keamanan menjadi fokus utama dalam pemulihan pascakonflik. Pemerintah telah merencanakan pembangunan pos polisi permanen di Desa Hunuth, yang akan dikelola oleh Polsek Teluk Ambon bersama personel TNI. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya konflik serupa, dan memberikan rasa aman yang nyata bagi warga.
“Tanpa keamanan yang terjamin, pembangunan rumah hanya akan menjadi struktur bata dan semen belaka. Kita ingin warga bisa hidup tenang, bekerja, dan membangun masa depan tanpa rasa khawatir,” tegas Wali Kota.
Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menambahkan, pemulihan yang komprehensif tidak hanya melibatkan infrastruktur, tetapi juga pembinaan hubungan antarwarga.
Untuk itu Ia mengajak tokoh adat, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat, untuk aktif berperan dalam menjaga perdamaian dan kebersamaan.
“Rumah sudah siap, namun yang lebih penting adalah, hati dan pikiran warga yang harus pulih. Kita perlu membangun kembali tali silaturahmi yang pernah terputus, sehingga Hunuth bisa menjadi contoh desa yang damai dan makmur,” ujar Lewerissa.
Untuk diketahui, peninjauan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela, unsur Forkopimda, serta para kepala OPD terkait.
Sebagian warga yang sebelumnya mengungsi telah mulai melakukan persiapan untuk pindah kembali, dengan dukungan bantuan barang kebutuhan dasar dari pemerintah daerah.






