
Lapas Kelas III Wahai menggelar razia blok hunian bersama Bhabinkamtibmas Polsek Wahai, Sabtu (17/1/2026) malam. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memperkokoh komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, dengan melakukan razia blok hunian bersama Bhayangkara Pembina Kamtib Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Wahai, Sabtu (17/1/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 20.25 WIT menyasar seluruh kamar hunian Warga Binaan, dengan fokus mencari benda terlarang seperti alat komunikasi ilegal, narkoba, dan barang tajam yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menjelaskan, razia gabungan ini merupakan deteksi dini dan komitmen tegas dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam memberantas narkoba, handphone ilegal, serta modus penipuan dan pungutan liar.
“Sinergi dengan Bhabinkamtibmas Polsek Wahai bertujuan memastikan situasi di blok hunian tetap kondusif, aman, dan terkendali, terutama dalam upaya pencegahan gangguan keamanan,” tegasnya.
Selama penggeledahan, petugas melakukan pemeriksaan secara teliti dan humanis di setiap sudut kamar mulai dari tempat tidur hingga lemari milik Warga Binaan.
Hasil razia menunjukkan capaian positif karena tidak ditemukan peredaran handphone gelap, pungutan liar, narkoba, maupun senjata tajam berbahaya, yang menegaskan lingkungan Lapas Wahai dalam kondisi steril dan kondusif.
Bhabinkamtibmas, Ajun Inspektur Polisi Dua Armin Sikdewa memberikan apresiasi dan menambahkan, bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada pemeriksaan fisik, namun juga menjadi sarana untuk memantau kondisi kesehatan dan psikologis Warga Binaan.
“Keamanan bukan hanya soal barang-barang terlarang, tapi juga memastikan komunikasi terarah dari petugas ke Warga Binaan berjalan dengan baik, serta mereka dalam kondisi sehat,” ungkapnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro juga mengapresiasi langkah proaktif Lapas Wahai, yang menggandeng aparat penegak hukum.
Menurutnya, kegiatan yang termasuk dalam rangkaian “One Week One Raid” tersebut diharapkan dapat menjaga lingkungan Lapas sebagai tempat pembinaan yang aman.
“Saya harap Lapas Wahai tetap menjadi lingkungan yang aman dan kondusif bagi proses pembinaan para Warga Binaan, sebelum nantinya kembali ke masyarakat,” harapnya.
Untuk itu, dia meminta Warga Binaan, agar selalu menjaga kebersihan dan ketertiban di blok hunian, serta penegasan sanksi tegas bagi pelanggar peraturan agar program pembinaan berjalan lancar dan terukur.




