
Proses evaluasi jenazah korban yang terjatuh dari longboat, Sabtu (7/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Sebuah insiden menyayat hati terjadi di Perairan Tanjung Ulatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Seorang warga yang terjatuh dari longboat telah ditemukan tewas oleh Tim SAR Gabungan, Sabtu (7/2/2026).
Korban yang bernama Aply Siolimbona (74) ditemukan sekitar pukul 14.45 WIT, di kawasan perairan Desa Sole, berjarak kurang lebih 7,79 mil laut dari lokasi awal kejadian yang dilaporkan.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah mengaku, upaya pencarian telah dimulai sejak dini hari dengan mengaktivasi dua Search and Rescue Unit (SRU).
“Kami mengerahkan dua tim sejak pukul 07.00 WIT, untuk memperluas cakupan pencarian. SRU 1 menggunakan Kapal Rigid Buoyancy Boat (RBB) yang menyisir area hingga ±16,38 mil laut sekitar lokasi kejadian, sementara SRU 2 yang dipersiapkan dengan longboat milik masyarakat melakukan pencarian hingga ±9,51 mil laut,” jelas Arafah.
Informasi mengenai penemuan korban baru diterima oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 16.00 WIT. Tak lama setelah itu, seluruh komponen SAR yang terlibat segera bergerak ke lokasi penemuan, untuk melakukan proses evakuasi.
“Setelah mendapatkan laporan, kami langsung melakukan evakuasi dan berhasil membawa korban ke Dusun Tapinalu, untuk diserahkan kepada keluarga yang telah menunggu,” tambahnya.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai institusi dan elemen masyarakat, antara lain Kantor SAR Ambon, Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres SBB, Polsek Huamual, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta sukarelawan dari masyarakat setempat yang turut memberikan dukungan penuh selama proses pencarian.
Peralatan utama yang digunakan dalam operasi ini mencakup RBB Kansar Ambon, peralatan selam profesional, sistem pemantauan bawah air AquaEye, kamera GoPro untuk dokumentasi dan pemetaan area, serta longboat yang disediakan oleh masyarakat lokal, sebagai bentuk kolaborasi dalam upaya penyelamatan.
Selama pelaksanaan operasi, kondisi cuaca di lokasi pencarian menunjukkan kondisi berawan dengan kecepatan angin mencapai 22 knot yang bertiup dari arah Barat Laut hingga Barat, serta tinggi gelombang sekitar 1,25 meter yang menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam menjalankan tugasnya.
“Dengan ditemukannya korban dan diserahkannya jenazah kepada keluarga, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh tim kembali ke pos masing-masing,” tutup Arafah.




