
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya memberikan apresiasi khusus kepada seluruh insan pers dan media massa di wilayah Maluku, seiring dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Dalam pertemuan virtual dengan beberapa awak media pada Senin (9/2/2026), ia menegaskan, bahwa peran media sangat krusial dalam memperkenalkan berbagai program pembinaan dan perkembangan positif di Lapas Wahai kepada masyarakat.
“Kita tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi Lapas Wahai tanpa dukungan dari media. Setiap langkah pembinaan yang kita lakukan, mulai dari pelatihan keterampilan hingga program rehabilitasi warga binaan, bisa sampai ke publik berkat kerja sama yang erat dengan teman-teman pers,” ujar Tersih.
Menurutnya, media telah berperan sebagai jembatan penting antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat luas. Selain menyampaikan informasi akurat, kerja sama dengan media juga membantu menangkal berita hoaks dan informasi salah, yang seringkali muncul terkait dunia pemasyarakatan.
“Momentum Hari Pers Nasional ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengakui kontribusi besar media. Mereka bukan hanya sebagai penyebar informasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun transparansi dan kepercayaan publik terhadap Lapas Wahai,” tambahnya.
Tersih juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada media yang telah konsisten meliput berbagai kegiatan di Lapas Wahai.

Dukungan tersebut, katanya, menjadi salah satu faktor utama yang membawa Lapas Wahai meraih penghargaan sebagai lapas terbaik tingkat pertama di tingkat provinsi.
Ia berbagi pengalaman ketika bertugas di Jakarta beberapa waktu lalu, di mana ia bertemu dengan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kehumasan Pemasyarakatan Nasional.
Menurut Ketua Pokja tersebut, intensitas dan kualitas pemberitaan mengenai Lapas Wahai saat ini telah berada pada level yang sama dengan Lapas Kelas I Cipinang, yang merupakan salah satu lembaga pemasyarakatan terkemuka di Indonesia.
“Kita bahkan sering bersaing sehat dengan Lapas Cipinang, dalam hal jumlah dan kualitas pemberitaan positif. Saat ini kita berada pada posisi yang seimbang, sekitar 11 hingga 12 poin dalam penilaian eksposur media. Semua ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan penuh dari teman-teman media,” jelas Tersih.
Selain itu, Kalapas Wahai menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus memperkuat kerja sama dengan media ke depan. Rencana untuk meningkatkan sinergi termasuk mengundang awak media, untuk melakukan kunjungan langsung ke Lapas Wahai secara berkala, serta membentuk forum koordinasi reguler, untuk membahas berbagai isu terkait pemasyarakatan yang perlu disampaikan kepada masyarakat.
“Kita berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan tugas di Lapas Wahai. Kerja sama dengan media akan menjadi pijakan utama kita, dalam membangun citra positif dunia pemasyarakatan yang lebih baik di mata publik,” ujar Tersih.





