
Lapas Kelas III Wahai menggandeng Warga Binaan memanen sayuran hidroponik, Kamis (19/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menggandeng Warga Binaan, untuk mengoptimalkan budidaya sayuran hidroponik, sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan, dalam menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah.
Kegiatan produktif ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan konsumsi harian, dan menu berbuka puasa di lingkungan Lapas, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan untuk mengembangkan kemandirian, serta keterampilan bagi para Warga Binaan.
Pada Kamis (19/2/2026), proses panen terbaru menghasilkan tujuh ikat kangkung yang tumbuh subur melalui sistem hidroponik. Hasil panen langsung diangkut ke dapur Lapas, untuk diolah menjadi makanan segar, dengan sebagian digunakan untuk hidangan berbuka puasa yang disajikan setiap hari.
Meskipun volume produksi saat ini masih terbatas, langkah ini dianggap sebagai awal yang baik dalam membangun kemandirian pangan, terutama di bulan yang penuh berkah ini.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menekankan, bahwa program hidroponik menjadi salah satu unggulan pembinaan yang semakin diperkuat di Ramadan.
“Bulan Ramadan memberikan makna khusus bagi program ini, selain meningkatkan produktivitas, kita juga bisa memperkuat nilai-nilai kerja keras dan kebermanfaatan. Warga Binaan yang terlibat mendapatkan pelatihan bercocok tanam yang bisa mereka manfaatkan kelak. Kami berharap, ke depan bisa menambah jenis tanaman dan memperbesar skala produksi, agar manfaatnya lebih banyak dirasakan,” harap Noya.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty Susana Mouw menjelaskan, keunggulan sistem hidroponik yang dipilih.
“Kondisi lahan terbatas di Lapas menjadi alasan utama kami memilih metode ini. Selain itu, perawatan lebih terkontrol dan hasilnya lebih bersih serta higienis, sangat cocok untuk menyediakan bahan makanan sehat selama bulan puasa. Saat ini kami sedang mengevaluasi, untuk menambah fasilitas agar produktivitas bisa meningkat secara signifikan,” jelasnya.
Dengan semangat Ramadan sebagai pendorong, Merpaty berkomitmen, untuk terus mengembangkan program budidaya hidroponik, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat ketahanan pangan internal, serta memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Warga Binaan dan lingkungan sekitar.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Lapas Wahai.
“Kegiatan seperti ini sangat patut didukung karena menggabungkan dua tujuan penting, yaitu mendukung ketahanan pangan dan memberikan pembinaan yang berarti bagi Warga Binaan. Di bulan Ramadan, semangat kerja sama dan kemandirian yang terlihat di sini menjadi contoh nyata, bagaimana Pemasyarakatan bisa memberikan dampak positif. Program ini layak untuk dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi Lapas lainnya,” ucapnya.





