
Lapas Wahai mengikuti pengarahan intensif secara virtual yang dipimpin Dirjenpas, Mashudi, Selasa (24/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai resmi menjadi bagian dari implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah prioritas yang dicanangkan Presiden RI dan termasuk dalam 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Lapas Wahai adalah salah satu dari 27 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang dipilih, untuk membangun dan mengelola dapur MBG, setelah mengikuti pengarahan intensif secara virtual yang dipimpin Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, Selasa (24/2/2026).
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan komitmen penuh dalam menjalankan program ini, dengan menetapkan target operasional awal dapur MBG pada bulan April mendatang.
“Kami sedang gencar mendorong percepatan pembangunan dapur, yang memenuhi standar kesehatan dan gizi nasional. Selama dua bulan ke depan, Februari dan Maret seluruh tahapan konstruksi akan difokuskan, agar siap beroperasi tepat waktu,” ucapnya.
Untuk memastikan kelancaran kerja dan aksesibilitas, dapur MBG akan dibangun di kawasan luar kompleks Lapas.

Konsep ini juga memungkinkan keterlibatan langsung Warga Binaan dalam setiap proses, mulai dari pengolahan bahan hingga pengelolaan operasional.
“Partisipasi mereka bukan hanya sekadar aktivitas rutin, melainkan bagian dari upaya pembinaan agar mereka mendapatkan keterampilan dan rasa tanggung jawab. Sebagai apresiasi, Warga Binaan yang terlibat akan menerima premi sesuai dengan kontribusi yang diberikan,” jelas Tersih.
Dengan pembelajaran yang diperoleh dari kunjungan tersebut, pihak Lapas sangat optimis dapat menjalankan program MBG dengan baik dan sejalan dengan semangat motto “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat”.
Sementara itu dalam arahannya, Dirjenpas Mashudi menekankan sinergi antar pihak menjadi faktor krusial, untuk keberhasilan program MBG.
“Kita perlu membangun kerja sama yang solid dengan berbagai mitra, termasuk koperasi yang bergerak di bidang pemasyarakatan. Tujuan program tidak hanya terbatas pada pembinaan kemandirian Warga Binaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi komunitas sekitar. Semua UPT yang terpilih harus segera menyelesaikan tahap koordinasi dan pembangunan, dengan batas akhir April,” tegasnya.
Sebelum mengikuti pengarahan yang berlangsung selama satu jam tersebut, Lapas Wahai telah melakukan kunjungan studi ke salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Ambon dua pekan yang lalu.





