
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, saat menyerahkan bantuan rumah lewat BSPS tahun 2026, Selasa (3/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyatakan, bahwa penyerahan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan momen penting, yang membawa harapan besar bagi masyarakat di daerah ini.
Hal ini disampaikan Gubernur, usai menghadiri acara seremonial penyerahan bantuan, Selasa (3/3/2026), yang juga diikuti oleh Wali Kota Ambon, Kepala Balai Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Maluku, Anggota DPR RI Komisi V, Ketua DPRD Kota Ambon, serta pejabat terkait lainnya.
Pada tahun ini, kata Gubernur, Provinsi Maluku mendapatkan alokasi sebanyak 2.998 unit rumah, melalui program BSPS. Angka ini menjadi kelanjutan dari prestasi pembangunan perumahan yang telah dicapai pada periode sebelumnya.
“Kita bersyukur, karena jumlah rumah yang dibangun tahun ini cukup signifikan, dengan hampir 3.000 unit bantuan, yang akan bisa dinikmati oleh masyarakat,” ucap Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur mengapresiasi dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang telah memberikan perhatian terhadap perbaikan sektor perumahan di wilayah kepulauan ini.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan didukung oleh DPRD memiliki tekad kuat untuk terus memperjuangkan akses perumahan yang layak bagi rakyat.

“Namun, upaya ini perlu didukung dengan perjuangan di tingkat nasional, agar porsi perhatian untuk Maluku dapat lebih besar,” harap dia.
Gubernur menegaskan, bahwa keakuratan data menjadi faktor kunci dalam proses pengajuan program ke pemerintah pusat.
Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan penyempurnaan dan penguatan basis data, guna memastikan setiap usulan yang diajukan benar-benar mencerminkan kondisi aktual yang dialami oleh masyarakat.
“Kita wajib memastikan, bahwa setiap usulan didasarkan pada data yang valid, sehingga pemerintah pusat dapat memahami dengan jelas kebutuhan yang ada di Maluku,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang menerima bantuan, Gubernur meminta, agar rumah yang dibangun atau direnovasi melalui program BSPS dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga kondisinya dengan baik.
Ia juga mengingatkan tentang jumlah bantuan yang tersedia masih terbatas, sehingga perlu digunakan dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan.

Selain itu, Gubernur telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk meminta penyesuaian atau peningkatan nilai bantuan BSPS.
Hal ini disampaikan mengingat harga bahan bangunan di Maluku cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah daratan seperti Jakarta.
“Bantuan sebesar Rp20 juta memang sangat membantu bagi mereka yang memiliki kemampuan membangun sendiri. Namun, tidak semua penerima memiliki keterampilan tersebut. Oleh karena itu, penyesuaian nilai bantuan sangat diperlukan, dengan mempertimbangkan kondisi khusus Maluku sebagai daerah kepulauan,” paparnya.
Terhadap pembangunan rumah di beberapa wilayah seperti Negeri Kariu di Pulau Haruku dan Negeri Iha di Saparua Timur, Gubernur menegaskan komitmen pemerintah daerah, untuk tetap menjalankan proyek pembangunan, jika belum dapat direalisasikan oleh pemerintah pusat.
“Prinsip kita jelas, jika pemerintah pusat belum dapat membangun, maka pemerintah provinsi akan mengambil langkah untuk membangunnya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.







