
AMBON, BeritaAktual.co – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembinaan selama bulan suci Ramadan, Warga Binaan Muslim di Lapas Kelas III Wahai mengikuti ceramah agama secara daring, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang digelar di ruang Beranda Mesra ini bertujuan, untuk mengisi waktu dengan aktivitas positif dan memperkuat sisi spiritual para Warga Binaan.
Acara yang menghadirkan Ustaz Das’ad Latif sebagai pembicara telah menarik perhatian seluruh peserta, yang terlihat sangat fokus dan khusyuk menyimak setiap paparan materi.
Respons positif datang dari salah satu Warga Binaan dengan inisial H, yang menyampaikan, bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar.
“Meskipun kami sedang menjalani masa pembinaan di Lapas, kami tidak terputus dari kesempatan untuk memperdalam ilmu agama dan merasakan kehangatan suasana Ramadan. Ini sangat membantu kami dalam menjalani ibadah dengan lebih khusyuk,” ucapnya.
Ketua Majelis Taklim At-Taubah Lapas Wahai, La Joi mengungkapkan, bahwa tema ceramah dirancang khusus untuk bulan Ramadan, yaitu mengenai peningkatan ketakwaan, pengasahan kesabaran, dan pentingnya melakukan evaluasi diri secara berkala.
“Kami berharap melalui ceramah ini, para saudara kita dapat mengambil pelajaran berharga dari bulan suci ini, mulai dari melakukan muhasabah diri hingga berusaha terus memperbaiki akhlak dan perilaku sehari-hari,” harapnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan, bahwa program ini merupakan bentuk komitmen lembaga, untuk membina Warga Binaan secara menyeluruh.
“Kami tidak hanya fokus pada pembinaan kedisiplinan dan pengetahuan, tetapi juga sangat memperhatikan perkembangan spiritual mereka. Bulan Ramadan adalah, momentum yang tepat untuk menguatkan keimanan, sehingga kami menghadirkan program bernama ‘From Spiritual to Virtual’, agar mereka dapat memanfaatkan setiap saat dengan hal yang bernilai ibadah,” jelas Tersih.
Tersih menambahkan, ceramah virtual ini menjadi salah satu dari serangkaian aktivitas pembinaan kepribadian, yang akan terus dioptimalkan selama Ramadan.
“Tujuan utama dari seluruh program ini adalah, untuk membantu Warga Binaan menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki landasan agama yang kuat, dan siap untuk kembali beradaptasi serta berkontribusi positif di tengah masyarakat kelak,” tandas dia.




