
SORONG,BeritaAktual.co– Kepolisian Daerah Papua Barat Daya kini memburu sejumlah nama yang diduga menjadi simpul dari serangkaian peristiwa berdarah, dari pembakaran kantor distrik hingga pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Tambrauw.
Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Junov Siregar memaparkan perkembangan penyidikan yang menyeret belasan nama ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Aparat menduga, sejumlah peristiwa berdarah yang terjadi sepanjang Maret lalu memiliki kaitan erat dengan insiden perusakan dan pembakaran Kantor Distrik Bamusbama pada Desember 2024.
“Dua kejadian terakhir terjadi pada 8 dan 16 Maret 2026 di Distrik Bamusbama,” ujar Junov.konferensi pers di Markas Polda Papua Barat Daya, Kamis,(09/04/26),
Kedua peristiwa itu, kata dia, berujung pada kematian korban, dengan sangkaan pembunuhan berencana dan pengeroyokan.
Penyidik dari Polres Tambrauw bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum kemudian menelusuri pola dan keterlibatan para pelaku. Hasilnya, daftar DPO bertambah panjang, tersebar dalam tiga laporan polisi yang berbeda.
Pada kasus pembakaran kantor distrik tahun 2024, polisi menetapkan sembilan orang dalam buruan: TY, AY, MF, SY, TA, AAH, MS, MY, dan NY. Sementara pada kasus kekerasan 8 Maret 2026, lima nama masuk daftar yang sama: TY, YY, SY, AY, dan DY.
Daftar itu kembali bertambah pada peristiwa 16 Maret 2026. Delapan orang ditetapkan sebagai DPO: TY, SY, AY, MY, DY, YY, dan AK dengan beberapa nama berulang, mengindikasikan keterlibatan aktor yang sama dalam rentetan kejadian.
Pengulangan inisial dalam beberapa laporan mempertegas dugaan aparat tentang adanya kelompok yang terorganisir. Polisi belum merinci motif, namun keterkaitan antar peristiwa menunjukkan bahwa konflik ini bukan insiden sporadis.
Di lapangan, aparat memperkuat pengamanan. Sekitar 150 personel Brigade Mobil telah dikerahkan ke Tambrauw untuk menjaga stabilitas keamanan. “Situasi sudah mulai kondusif,” kata Junov, meski ia mengakui potensi gangguan belum sepenuhnya hilang.
Polda Papua Barat Daya mengimbau masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi terkait keberadaan para buronan. Polisi juga menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap setiap pelaku yang dinilai mengganggu ketertiban umum.
Namun, dibalik deretan nama dalam daftar buruan, tersisa pertanyaan yang belum terjawab: apakah rangkaian kekerasan ini murni kriminal, atau bagian dari konflik yang lebih dalam dan belum terselesaikan di wilayah tersebut.(*/Mar)







