
Lapas Kelas III Wahai melaksanakan tes urine dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap seorang warga binaan baru berinisial RHT, Selasa (19/5/2026) malam. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai melaksanakan tes urine, dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap seorang warga binaan baru berinisial RHT, Selasa (19/5/2026) malam.
Langkah strategis ini dilakukan, sebagai bentuk deteksi dini guna memastikan, bahwa penghuni baru yang akan menempati blok hunian dalam keadaan bebas dari penggunaan narkotika, serta memiliki kondisi fisik yang sehat dan prima.
Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung di ruang layanan kesehatan Lapas Wahai dan mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengecekan indikasi kandungan zat adiktif melalui sampel urine, pengukuran tekanan darah, hingga penelusuran lengkap terkait riwayat kesehatan atau penyakit yang pernah diderita.
Petugas Kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti mengaku, hasil pemeriksaan yang telah dilakukan menunjukkan hasil positif, di mana RHT dinyatakan negatif dari seluruh jenis narkotika, dan berada dalam kondisi fisik yang sangat baik.
“Kami telah melakukan tes urine secara menyeluruh dan mendalam terhadap RHT, dan hasilnya negatif dari segala jenis zat narkotika maupun obat-obatan terlarang. Selain itu, pemeriksaan kesehatan fisik lainnya juga menunjukkan kondisi yang sangat baik, dan yang bersangkutan tidak diketahui memiliki riwayat penyakit apapun,” ungkap Fitri Rianti.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menjelaskan, bahwa prosedur pemeriksaan kesehatan dan tes urine ini merupakan ketentuan wajib, yang harus dilalui oleh setiap warga binaan baru, sebelum diizinkan untuk berbaur dan ditempatkan di blok hunian bersama warga binaan lain.
“Setiap warga binaan baru harus melewati tahapan skrining kesehatan yang ketat ini terlebih dahulu, sebelum berbaur dengan warga binaan lainnya di blok hunian. Data lengkap mengenai riwayat kesehatan dan status bebas narkoba sangat penting bagi kami, sebagai dasar untuk menentukan langkah, serta metode pembinaan kepribadian maupun kemandirian yang tepat dan efektif di kemudian hari,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen kuat untuk senantiasa menjaga lingkungan lembaga pemasyarakatan tetap aman, kondusif, tertib, serta benar-benar bersih dari segala bentuk peredaran gelap maupun penggunaan narkoba.
“Pelaksanaan deteksi dini yang konsisten dan ketat, bahkan dilakukan pada malam hari sekalipun saat menerima warga binaan baru, adalah kunci utama dan benteng pertahanan kami dalam mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan lapas. Kami tidak akan sedikit pun melonggarkan pengawasan, demi memastikan Lapas Wahai tetap berada dalam keadaan aman dan proses pembinaan berjalan secara optimal sesuai tujuan,” tegas Noya.
Ia menambahkan, seluruh hasil pemeriksaan kesehatan tersebut juga didokumentasikan secara rapi dan sah, sebagai data rekam medis awal warga binaan.
“Hal ini bertujuan untuk mempermudah pemantauan, penanganan, dan perawatan kondisi kesehatan yang bersangkutan, selama menjalani masa pidana dan proses pembinaan di Lapas Wahai,” tutup dia.




