
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota Sorong melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong menggelar kegiatan Pengembangan dan Pelatihan Pengelolaan Kue Sagu, yang secara khusus ditujukan bagi para pelaku usaha industri kecil di wilayah tersebut.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Rylich Panorama Kota Sorong, pada Selasa (9/6/2026), sebagai langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lebih baik.
Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Walikota Sorong, Septinus Lobat, yang menandai dimulainya pelatihan dengan memukul tifa.

Ketua Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.
“Saya sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini terlaksana. Semoga yang dilakukan hari ini dapat memberikan manfaat besar bagi para pelaku usaha dan seluruh masyarakat Kota Sorong,” ujar Jemima.
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas, kualitas, pengetahuan, dan wawasan seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Lebih dari sekadar peningkatan keterampilan, program ini dirancang untuk mendongkrak pendapatan ekonomi, baik secara finansial bagi kelompok usaha maupun kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat luas.
Sebanyak 60 peserta yang tergabung dalam 10 kelompok usaha, masing-masing beranggotakan enam orang, turut berpartisipasi dalam pelatihan ini. Tak hanya berbagi ilmu, pihak penyelenggara juga menyiapkan pembekalan lanjutan berupa bantuan peralatan usaha agar keterampilan yang didapatkan dapat segera diterapkan.
“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, wawasan dan kapasitas mereka bertambah. Ilmu yang didapat dibawa pulang dan dikembangkan kembali di kelompok masing-masing. Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi apa yang mereka pelajari dan hasilkan nantinya bisa dijual dan memiliki nilai ekonomis yang nyata,” ungkapnya.
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah mengubah cara pandang serta pemanfaatan bahan baku lokal. Selama ini, sagu lebih banyak dikenal dan diolah menjadi papeda. Melalui pelatihan ini, para mama-mama Papua dibekali kemampuan baru untuk mengolah sagu menjadi beragam bentuk olahan kue lainnya, lengkap dengan inovasi rasa dan peningkatan kualitas produk agar lebih bernilai jual.
“Kegiatan ini khusus untuk mama-mama Papua. Kami ingin membuktikan bahwa kita tidak hanya mampu membuat papeda dari sagu, tetapi juga mampu menciptakan produk olahan lain yang beragam bentuk, beragam rasa, dan berkualitas tinggi. Tujuannya jelas, agar kesejahteraan ekonomi keluarga dan masyarakat Kota Sorong semakin meningkat kedepannya,” tambah Jemima.
Langkah ini merupakan bukti nyata komitmen Dekranasda Kota Sorong dalam mengangkat potensi lokal, melestarikan budaya, sekaligus menjadikan sagu sebagai komoditas unggulan penggerak ekonomi masyarakat. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi kreatif, mulai dari inovasi produk, kemasan, hingga strategi pemasarannya.
Diharapkan, para peserta mampu menghasilkan produk berbahan dasar sagu yang berkualitas, bernilai tambah ekonomi, memenuhi standar pasar, dan mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain.
“Dekranasda Kota Sorong berkomitmen mendukung pengembangan UMKM lokal agar semakin mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Kami percaya kemajuan UMKM adalah pilar penting memacu pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tegas Jemima.
Ia juga mengajak peserta untuk mengikuti materi dengan sungguh-sungguh, memperluas jejaring usaha, serta membagikan ilmu yang didapat kepada lingkungan sekitar agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
“Saya berharap setelah pelatihan ini lahir berbagai produk unggulan berbahan dasar sagu yang tidak hanya dikenal di Kota Sorong, tetapi mampu menembus pasar regional hingga nasional. Dengan kreativitas, inovasi, dan kerja keras, saya yakin UMKM Kota Sorong bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang tangguh dan berkelanjutan,” harapnya.
Jemima mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mencintai dan mengembangkan potensi lokal. Mengangkat produk berbasis sagu bukan hanya cara meningkatkan pendapatan, tetapi juga bentuk pelestarian warisan budaya Papua agar tetap lestari bagi generasi mendatang.(Mar)







