Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Pemerintahan

  • Pemerintahan

Dinkes P2KB Tingkatkan Kemampuan PLKB dan Kader KB Kelola Data untuk Tekan Angka Stunting  

Marni Rabu, 10 Juni 2026 2 min read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
20260610_102456
Bagikan berita ini
        

KOTA SORONG, Beritaktua.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengumpulan dan Informasi Pengelolaan Data bagi Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Kader KB se-Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan ini berlangsung di Rilich Panorama Hotel, pada Rabu (10/6/2027).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para PLKB dan kader KB dalam melakukan pendataan keluarga secara akurat. Data ini nantinya akan menjadi dasar utama pelaksanaan berbagai program keluarga berencana, serta langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting di daerah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes P2KB Papua Barat Daya, dr. Jan Pieter E.A. Kambu, menjelaskan bahwa bimtek ini difokuskan pada penguasaan kemampuan mengumpulkan hingga mengelola data keluarga menggunakan Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Menurutnya, seluruh program yang berjalan, mulai dari Bangga Kencana hingga KB Pascapersalinan, kini telah terintegrasi dalam satu aplikasi tersebut.

“Basis dari seluruh pendataan yang dilakukan adalah keluarga. Saat ini program-program seperti Bangga Kencana, KB Pascapersalinan, dan berbagai program lainnya telah terintegrasi dalam aplikasi Sistem Informasi Keluarga. Karena itu, kader KB dan penyuluh KB harus memiliki pemahaman yang sama serta membangun kolaborasi yang kuat agar data yang diperoleh benar-benar akurat,” ujar dr. Jan Pieter.

Ia menekankan, validitas data keluarga sangat krusial untuk mendukung berbagai intervensi pemerintah, terutama dalam upaya penurunan stunting. Dengan pendataan yang baik, berbagai faktor risiko penyebab stunting dapat teridentifikasi lebih awal, sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan secara tepat sasaran.

Salah satu faktor risiko yang menjadi perhatian utama adalah jarak kehamilan yang terlalu dekat. Dr. Jan Pieter menegaskan, idealnya jarak antar kelahiran adalah sekitar dua tahun. Jarak yang terlalu dekat akan mengurangi perhatian ibu terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak sebelumnya, yang pada akhirnya meningkatkan risiko anak mengalami stunting.

“Jangan sampai seorang ibu baru melahirkan satu bulan kemudian sudah hamil lagi. Idealnya jarak kehamilan sekitar dua tahun. Jika jarak kehamilan terlalu dekat, perhatian terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak sebelumnya bisa berkurang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya stunting,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, dr. Jan Pieter berharap para PLKB dan kader KB tidak hanya mahir dalam pengelolaan data, tetapi juga mampu memberikan edukasi yang efektif kepada masyarakat. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong keluarga bersedia menggunakan alat kontrasepsi pasca persalinan serta memahami pentingnya perencanaan keluarga demi kesehatan ibu dan anak.

Selain penguasaan sistem data, para peserta juga dibekali pemahaman mendalam mengenai indikator data keluarga yang berkaitan langsung dengan pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga secara menyeluruh.

Ia menambahkan, peran PLKB dan kader KB sangat strategis karena mereka berada di garis depan pendampingan masyarakat. Data yang akurat dan terkelola dengan baik menjadi kunci agar setiap program pemerintah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua Barat Daya.

“Peran kader KB dan penyuluh KB sangat penting karena mereka berada di garis depan dalam mendampingi masyarakat. Melalui data yang baik dan akurat, program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” tutupnya.(*/Mar)

 

Tentang penulis

Dinkes P2KB Tingkatkan Kemampuan PLKB dan Kader KB Kelola Data untuk Tekan Angka Stunting   2 mystery

Marni

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Continue Reading

Previous: Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

Related News

IMG-20260610-WA0007
2 min read
  • Pemerintahan

Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

Marni Rabu, 10 Juni 2026
20260608_104726
Honorer PPPK Paruh Waktu Satpol pp kota sorong menuntut keadilan nasib mereka ,di janji akan di angkat jadi ASN (Foto/Mar)
2 min read
  • Pemerintahan

Honorer Satpol PP Kota Sorong Gelar Aksi Demo, Di Lobby Kantor Walikota Buntut Kekecewaan Tidak Diangkat Menjadi PNS  

Marni Senin, 8 Juni 2026
Screenshot_20260529_213842_Chrome
2 min read
  • Pemerintahan

Eks Rumah Sakit Covid-19 Akan Dibangun Menjadi Labkesmas di Sorong kota 

Marni Jumat, 29 Mei 2026

Berita lainnya

20260610_102456
2 min read
  • Pemerintahan

Dinkes P2KB Tingkatkan Kemampuan PLKB dan Kader KB Kelola Data untuk Tekan Angka Stunting  

Marni Rabu, 10 Juni 2026
IMG-20260610-WA0007
2 min read
  • Pemerintahan

Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

Marni Rabu, 10 Juni 2026
IMG-20260609-WA0053
Tim Elang Sorong Barat Berhasil aman pelaku begal masih pelajar (foto/istimewa)
2 min read
  • Hukrim

Tim Elang Polsek Sorong Barat Amankan Terduga Pelaku Begal

Marni Selasa, 9 Juni 2026
IMG-20260609-WA0052
3 min read
  • Daerah

Penanganan Bencana di Papua Barat Daya Sepanjang 2025 , Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas Utama

Marni Selasa, 9 Juni 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d