
SORONG,BeritaAktual.co – Setelah lebih dari dua dekade dikenal sebagai salah satu model pengelolaan kawasan konservasi laut terbaik di Indonesia, Raja Ampat kini memasuki babak baru dalam upaya menjaga kekayaan alamnya sebagai jantung Segitiga Karang Dunia.bertempat di hotel vega ,Selasa (30/5/2026)
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, masyarakat adat, akademisi, serta berbagai mitra pembangunan resmi meluncurkan Inisiatif Raja Selamanya gerakan kolaborasi untuk memastikan kawasan ini tetap lestari sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat setempat.
Peluncuran inisiatif ini ditandai dengan gelaran Lokakarya Multipihak bertema “Membangun Komitmen Bersama Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan di Raja Ampat” yang digelar di Hotel Vega, Sorong, hari ini. Forum ini menjadi wadah pertemuan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dan tekad bersama mendukung pengelolaan kawasan konservasi serta pembangunan yang seimbang di wilayah tersebut.
Selama lebih dari 20 tahun perjalanannya, Raja Ampat telah membuktikan bahwa pelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berbagai terobosan telah lahir dari kawasan ini, mulai dari pembentukan jejaring Kawasan Konservasi Perairan (KKP), penetapan kawasan perlindungan hiu (Shark Sanctuary), penerapan tarif jasa lingkungan, hingga pengelolaan berbasis badan layanan umum daerah.
Keberhasilan tersebut membawa Raja Ampat meraih serangkaian penghargaan dan pengakuan bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional. KKP Raja Ampat memperoleh predikat pengelolaan tertinggi berdasarkan penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di kancah dunia, wilayah ini juga dianugerahi penghargaan Blue Park Gold Award, ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark, serta masuk dalam jaringan UNESCO Biosphere Reserve.
Namun, tantangan baru kini mulai muncul. Tekanan terhadap ekosistem semakin terasa seiring berkembangnya aktivitas pariwisata, masalah pengelolaan sampah dan limbah, serta risiko pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan hal yang menuntut kerja sama dan komitmen yang jauh lebih kuat dari semua pihak.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan kawasan ini.
“Melalui BLUD UPTD Pengelolaan KKP Raja Ampat, kami berkomitmen memperkuat tata kelola yang adaptif, transparan, dan berkelanjutan. Dua puluh tahun pengalaman membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan. Lewat Inisiatif Raja Selamanya, kami mengajak semua pihak bersatu menjaga Raja Ampat tetap menjadi kawasan konservasi laut kelas dunia yang bermanfaat bagi alam dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Raja Ampat, Oridek Burdam, menekankan bahwa konservasi adalah investasi masa depan. “Bagi kami, menjaga laut bukan sekadar tugas melindungi alam, tetapi juga menjaga masa depan warga. Dua puluh tahun terakhir membuktikan bahwa laut yang sehat membuka peluang ekonomi, memperkuat pariwisata, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tegasnya.
Dukungan kuat juga datang dari masyarakat adat yang sejak lama menjadikan laut sebagai bagian dari budaya dan identitas hidup mereka. Menurut tokoh adat Raja Ampat, Charlie Imbir, keberhasilan yang dicapai tidak lepas dari peran serta masyarakat setempat.
“Masa depan Raja Ampat hanya dapat terjamin jika kami tetap menjadi bagian utama dalam setiap keputusan, dan semangat kerja sama terus menjadi dasar pengelolaan sumber daya alam di sini,” katanya.
Sebagai penyelenggara, Direktur Eksekutif Terra Papua, Meity Mongdong, menjelaskan bahwa Inisiatif Raja Selamanya bukanlah program baru, melainkan wadah penyatuan berbagai upaya yang sudah berjalan selama ini.
“Ini adalah ruang bersama yang menyatukan pemerintah, masyarakat adat, organisasi lokal, dan mitra pembangunan. Kami percaya masa depan Raja Ampat terjaga jika kolaborasi, kepemimpinan masyarakat adat, ilmu pengetahuan, dan kebijakan publik berjalan beriringan agar setiap pihak bisa berkontribusi menjaga Raja Ampat, selamanya,” ujar Meity.(*/Mar)







