
Suasana layanan kunjungan di Lapas Kelas III Wahai pada Rabu (10/6/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Suasana layanan kunjungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai tampak berbeda pada Rabu (10/6/2026). Di sela-sela layanan kunjungan tatap muka bagi keluarga warga binaan, petugas lapas memanfaatkan momentum tersebut, untuk memperkenalkan akun media sosial resmi Lapas Wahai kepada para pengunjung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Wahai, dalam memperingati Hari Media Sosial Nasional Tahun 2026, sekaligus memperluas akses informasi publik kepada masyarakat.
Melalui jajaran humas, para pengunjung diperkenalkan dengan berbagai kanal informasi resmi yang dimiliki Lapas Wahai, mulai dari Instagram, Facebook, hingga media informasi digital lainnya.
Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya melalui jajaran humas menegaskan, media sosial saat ini memiliki peran strategis, sebagai sarana komunikasi dan wujud transparansi kelembagaan.
Menurutnya, pemanfaatan media sosial sejalan dengan upaya pemasyarakatan dalam membangun citra positif institusi, melalui penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan mudah diakses oleh masyarakat.
“Media sosial menjadi salah satu sarana efektif, untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Melalui platform digital, kami dapat menyampaikan berbagai informasi secara cepat, transparan, dan terpercaya,” ujar Tersih.
Dalam kegiatan tersebut, petugas Lapas Wahai, Zainal Lautetu secara langsung membantu para pengunjung mencari, dan mengikuti akun resmi media sosial lapas menggunakan telepon genggam mereka.
Ia menjelaskan, bahwa berbagai informasi penting dapat diakses melalui platform digital tersebut, mulai dari jadwal layanan kunjungan, persyaratan program integrasi warga binaan, hingga dokumentasi kegiatan pembinaan kemandirian dan kerohanian, yang berlangsung di lingkungan lapas.
“Melalui platform digital ini, pengunjung dapat mengakses berbagai informasi penting, seperti jadwal kunjungan, syarat integrasi warga binaan, hingga dokumentasi berbagai program pembinaan kemandirian dan kerohanian,” jelas Zainal.
Inisiatif tersebut mendapatkan respons positif dari keluarga warga binaan. Salah satu pengunjung bernama Ahmad mengaku, dirinya merasa terbantu karena dapat mengetahui berbagai aktivitas pembinaan, yang diikuti anggota keluarganya selama menjalani masa pidana.
“Saya senang bisa melihat foto-foto kegiatan pembinaan adik saya, lewat akun Facebook Lapas. Jadi kami di luar mengetahui bahwa mereka dibina dengan baik, mengikuti pengajian, dan mendapatkan keterampilan baru. Hal ini membuat kami sebagai keluarga merasa lebih tenang,” ungkap Ahmad.
Hal senada disampaikan Jufita, pengunjung lainnya yang menilai edukasi mengenai penggunaan media sosial yang sehat dan bijak sangat bermanfaat, terutama di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya.
“Ini sangat bermanfaat, apalagi saat ini banyak berita bohong yang simpang siur. Dengan adanya akun resmi ini, kami memiliki sumber informasi yang sah dan terpercaya langsung dari Lapas Wahai. Terima kasih atas informasinya,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, dia berharap, penyebaran informasi kelembagaan tidak hanya terpusat di lingkungan lapas, tetapi juga dapat menjangkau keluarga warga binaan dan masyarakat secara lebih luas.
Selain memperkuat transparansi layanan, langkah ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat serta mencegah penyebaran informasi bohong.
“Upaya tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Lapas Wahai, dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sebagai jembatan komunikasi antara petugas, warga binaan, keluarga, dan masyarakat,” ujar dia.
Dengan pendekatan yang lebih terbuka dan informatif, Lapas Wahai terus berbenah untuk menghadirkan layanan pemasyarakatan yang modern, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan publik.





