Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Pemerintahan

  • Pemerintahan

Dokumen RPKB dan Renkon Banjir Papua Barat Daya Rampung Disusun, Siap Jadi Acuan Utama

Marni Kamis, 11 Juni 2026 3 min read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
20260611_164637
Bagikan berita ini
        

KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Daya resmi menutup kegiatan penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPKB) dan Rencana Kontijensi (Renkon) Banjir yang berlangsung di Hotel Rylich Panorama, Kota Sorong, Kamis (11/6/2026).

Kepala BPBD Papua Barat Daya, George Yarangga, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh narasumber, fasilitator, tim penyusun, serta peserta yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI/Polri, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan mitra kebencanaan atas partisipasi aktif, komitmen, serta kontribusi berupa data, masukan, dan rekomendasi yang konstruktif selama proses penyusunan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa dokumen RPKB dan Renkon Banjir yang disusun bukan sekadar berkas administratif semata, melainkan pedoman strategis yang menjadi acuan bersama dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan mulai dari tahap pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Untuk itu, George meminta tim penyusun memastikan seluruh masukan hasil pembahasan terakomodasi dan diselaraskan dengan kondisi riil daerah. Seluruh data, analisis risiko, skenario kejadian, kebutuhan sumber daya, hingga mekanisme koordinasi harus disusun secara akurat, realistis, dan mampu diimplementasikan. Dokumen tersebut juga harus bersifat dinamis, sehingga dapat diperbarui sewaktu-waktu sesuai perkembangan ancaman, kerentanan, kapasitas daerah, maupun perubahan kebijakan yang berlaku.

“Penanggulangan bencana adalah urusan bersama dan tidak bisa dilaksanakan oleh satu instansi saja. Diperlukan komitmen lintas sektor yang kuat, serta penguatan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan di setiap tahapannya,” tegas George.

Ia juga menginstruksikan tim penyusun segera menyempurnakan dokumen sesuai hasil pembahasan, serta meminta seluruh OPD dan instansi terkait untuk menindaklanjutinya ke dalam program, kegiatan, dan penganggaran sesuai kewenangan masing-masing. Pihaknya akan mengawal proses finalisasi, legalisasi, sosialisasi, hingga penerapan dokumen tersebut di lapangan.

Dokumen ini diharapkan menjadi instrumen efektif yang meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman banjir, sehingga resiko dapat diminimalkan, korban jiwa dan kerugian dapat ditekan, serta pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih cepat dan terarah.

“Saya mengajak seluruh elemen untuk menjaga semangat kebersamaan dan komitmen yang telah dibangun. Menjadikan dokumen ini langkah nyata mewujudkan Papua Barat Daya yang tangguh, siap siaga, dan berketahanan terhadap bencana,”Ucapnya

Dokumen RPKB dan Renkon Banjir Papua Barat Daya Rampung Disusun, Siap Jadi Acuan Utama 3 20260611 165716

Sementara itu, pemateri sekaligus tenaga ahli kebencanaan dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Yayasan Inanta, Leonardy Sambo, menjelaskan bahwa dokumen yang dihasilkan meliputi Rencana Penanggulangan Kedaulatan Bencana dan Rencana Kontijensi Banjir untuk wilayah Papua Barat Daya. Kegiatan lokakarya dan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang berlangsung selama kurang lebih tiga hari ini telah menghasilkan draf akhir dokumen.

Leonardy berharap konsep pentahelix kebencanaan yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, media, dan perguruan tinggi dapat berjalan efektif. Seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas dalam mempersiapkan diri menghadapi ancaman bencana, mengingat Papua Barat Daya dikenal memiliki tingkat risiko bencana yang cukup tinggi di Indonesia.

Penyusunan dokumen ini juga didasari pada landasan hukum Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 serta standar pelayanan minimum di bidang kebencanaan. Proses penyusunan ini pun telah melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, BPBD se-daerah, TNI/Polri, BMKG, Basarnas, instansi vertikal, perguruan tinggi, hingga unsur media.

“Seluruh peserta akan kembali meninjau draf ini, dan bulan depan kita akan berkumpul kembali untuk memfinalisasikannya. Setelah itu, dokumen akan diajukan kepada Gubernur untuk mendapatkan persetujuan dalam bentuk Peraturan Gubernur, sebagai payung hukum dan SOP kedaulatan kebencanaan di Papua Barat Daya,” tutupnya

 

Tentang penulis

Dokumen RPKB dan Renkon Banjir Papua Barat Daya Rampung Disusun, Siap Jadi Acuan Utama 4 mystery

Marni

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Continue Reading

Previous: Wawali: Generasi Emas 2045 Harus Tetap Berakar pada Budaya Lokal
Next: Ekosistem Indonesia Penyangga Iklim Global, PBD Susun Strategi Kelola Karbon

Related News

20260611_101731
2 min read
  • Pemerintahan

Ekosistem Indonesia Penyangga Iklim Global, PBD Susun Strategi Kelola Karbon

Marni Kamis, 11 Juni 2026
20260610_102456
2 min read
  • Pemerintahan

Dinkes P2KB Tingkatkan Kemampuan PLKB dan Kader KB Kelola Data untuk Tekan Angka Stunting  

Marni Rabu, 10 Juni 2026
IMG-20260610-WA0007
2 min read
  • Pemerintahan

Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

Marni Rabu, 10 Juni 2026

Berita lainnya

20260611_101731
2 min read
  • Pemerintahan

Ekosistem Indonesia Penyangga Iklim Global, PBD Susun Strategi Kelola Karbon

Marni Kamis, 11 Juni 2026
20260611_164637
3 min read
  • Pemerintahan

Dokumen RPKB dan Renkon Banjir Papua Barat Daya Rampung Disusun, Siap Jadi Acuan Utama

Marni Kamis, 11 Juni 2026
Screenshot_2026-06-11-20-08-15-969_com.android.chrome
3 min read
  • Daerah

Wawali: Generasi Emas 2045 Harus Tetap Berakar pada Budaya Lokal

Q Kamis, 11 Juni 2026
Screenshot_2026-06-11-18-46-32-623_com.android.chrome
3 min read
  • Daerah

Wattimena: Amboina Fun Walk Dorong Kebersamaan Warga dan Perputaran Ekonomi

Q Kamis, 11 Juni 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d