
SORONG ,BeritaAktual.co – Klinik Pratama Tehit Medika yang beroperasi sejak 2022 terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan melalui inovasi Program Pelayanan Kesehatan Komunitas (PELKESKOM). Program ini mengusung konsep “jemput bola” untuk menjangkau masyarakat secara langsung, sekaligus menggeser paradigma pelayanan dari sekadar mengobati sakit menjadi upaya promosi dan pencegahan penyakit.
Direktur Klinik Pratama Tehit Medika, drg. Ronald R. Tapilatu, M.MKes, menjelaskan PELKESKOM lahir dari kebutuhan memperluas akses layanan bagi peserta BPJS yang belum sepenuhnya memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. “Kami turun langsung ke lapangan, membentuk kelompok komunitas di berbagai lokasi untuk mendapatkan pendampingan kesehatan secara berkala,” ujarnya, Kamis (17/7).
Dalam program ini, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk layanan gigi dan mulut secara gratis mulai dari pencabutan, penambalan, hingga pembersihan karang gigi.
Selain itu, setiap peserta dalam komunitas berhak mendapatkan pemeriksaan darah lengkap satu kali setahun yang jika dilakukan secara mandiri bisa mencapai jutaan rupiah untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung hingga ginjal.
Pelayanan kesehatan dilakukan secara rutin sesuai kebutuhan, mulai sebulan sekali, tiga bulan, hingga enam bulan sekali.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya datang saat sudah sakit. Deteksi dini dilakukan agar penyakit bisa dicegah sebelum berkembang parah. Klinik yang berhasil bukan yang ramai pasien berobat, tapi yang membuat pesertanya tetap sehat,” tegas Ronald.
Untuk memudahkan akses, klinik juga memaksimalkan penggunaan aplikasi Mobile JKN guna pengambilan nomor antrian, pemilihan jadwal dan dokter, serta pelayanan rujukan daring lewat WhatsApp dan telekonsultasi. Pasien tak perlu lagi bolak-balik ke klinik hanya untuk urusan administrasi.
Berlokasi di Jalan F Kalasuat, RT 002/RW 000, Kelurahan Malasom, Distrik Malaimsimsa (depan Gereja Efata Malanu), klinik ini kini melayani lebih dari 1.400 peserta BPJS, didukung tiga dokter umum dan tiga dokter gigi dengan jam operasional 09.00–13.00 WIT dan dilanjutkan 17.00–21.00 WIT.
Ronald menegaskan tidak ada perbedaan kualitas pelayanan antara peserta BPJS maupun pasien umum.
“Anggapan layanan BPJS kurang baik itu keliru. Di sini semua mendapatkan fasilitas yang sama, perbedaannya hanya pada mekanisme pembiayaan, bukan kualitas pelayanannya,” pungkasnya.(*/Mar)







