
SORONG, BeritaAktual.co – Sejumlah rumah sakit rujukan pasien covid-19 di kota Sorong, Papua Barat terpaksa menutup pelayanan kepada pasien non covid-19, lantaran terdapat 108 tenaga kesehatan (nakes) terpapar covid-19.
Salah satunya, rumah sakit umum Sele Be Solu milik pemerintah kota Sorong yang beralamat di jalan Sele Be Solu, kelurahan Klawalu, kota Sorong yang terpaksa menutup pelayanan kepada pasien umum atau non covid-19, pasca 28 tenaga kesehatannya dinyatakan terpapar covid-19.
Artinya RSUD Sele Be Solu mencatat jumlah tertinggi 28 nakes yang terpapar covid-19, disusul RS Mutiara dengan 15 nakes, kemudian RS Kasih Herlina sebanyak 11 nakes. Namun tak hanya rumah sakit, sebanyak 30 nakes di sejumlah Puskesmas kota Sorong juga terkonfirmasi positif covid-19.

“Sekarang ini karena ada pembatasan pasien di rumah sakit darurat karena tempatnya ada tetapi tenaga medisnya terbatas. Di RS rujukan covid-19 tidak menerima pasien karena keterbatasan tenaga medis apalagi dengan adanya 108 tenaga medis yang terpapar covid-19,” kata Rudy.

“Sekarang di RSRC ada 55 pasien, di RS AL ada 60 pasien, RS Pertamina sudah penuh. Di RS AL sudah penuh tidak bisa menampung pasien umum. Untuk bisa mengatasi semua tenaga kesehatan harus ditambah. Saya akan bicara dengan Walikota untuk menambah nakes. RSRC sementara menangani 55 pasien covid-19 dengan 10 tenaga perawat saja,” ungkapnya.
Penutupan pelayanan terhadap pasien non covid-19 ini dilakukan hingga para nakes yang terpapar covid-19 dinyatakan sembuh. Sementara pasien non covid-19 dialihkan ke rumah-rumah sakit lainnya yang tidak melayani pasien covid-19. [jas]







