
SORONG, BeritaAktual.co – Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi melalui rilis yang diterima Jumat, 10 September 2021 mengungkapkan DPO 17 pelaku tindak pidana penganiayaan dan penyerangan Pos Koramil Kisor, Kabupaten Maybrat pada Kamis 02 September pekan lalu yang menyebabkan 4 anggota TNI meninggal dunia
Dikatakan Erwindi setelah kejadian tersebut, tim gabungan TNI POLRI langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari pelaku dan berhasil menangkap 2 orang, yakni MY (20), kemudian MS (18). Berdasarkan hasil pemeriksaan baik saksi maupun kedua tersangka lanjut dia, tim penyidik Polres Sorong Selatan memperoleh informasi sehingga didapatlah 17 nama pelaku lain serta perannya dalam kegiatan pembunuhan berencana tersebut.
“Pelaku sebelumnya telah melaksanakan rapat dua kali, dan ini tergolong pembunuhan berencana. Pelaku pembunuhan terjerat pasal 340 KUHP sub pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 ke 1E dan 56 ayat 1 ke 1E,” katanya.

“Kepada para tersangka agar segera menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Karena TNI-Polri akan terus memburu pelaku hingga menyerahkan diri atau ditangkap. Terkait hal ini Polda Papua Barat melakukan back up di lokasi kejadian untuk membantu proses penyidikan dan pengejaran pelaku pembunuhan. Saat ini barang bukti parang, bercak darah, akan dibawa ke laboratorium forensik untuk diperiksa serta selongsong peluru di amankan di TKP,” bebernya.
Ditambahkan, Polda Papua Barat mengimbau masyarakat kampung Kisor agar tidak takut beraktivitas dan bisa kembali ke rumah masing-masing meski saat ini aparat masih melakukan pengejaran terhadap 17 pelaku agar mempertanggung jawabkan perbuatanya.
“Saat ini personil TNI/POLRI di lapangan hadir bersama masyarakat dengan tujuan memberikan rasa aman, TIDAK ADA OPERASI MILITER DI MAYBRAT, KARENA KEHADIRAN TNI-POLRI DI SANA BUKAN UNTUK OPERASI MILITER, MELAINKAN MENCARI PARA PELAKU TINDAK PIDANA TERSEBUT,” terangnya sembari meminta dan mengimbau masyarakat jangan sampai terpecah oleh informasi HOAX karna saat ini masyarakat masih merasa takut pasca kejadian tersebut. [RED]






