
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua menggelar sidang terbuka dalam rangka wisuda ke-23 program diploma, sarjana dan angkat sumpah ahli kesehatan ke-9, teknologi laboratorium medis ke-6 dan profesi ners ke-16 periode 1 tahun akademik 2024/2025 bertempat di Auditorium STIKES Papua, kota Sorong Papua Barat Daya, Kamis (17/4/25).
Dalam wisuda periode pertama tahun akademik 2024/2025 ini, mahasiswa sebanyak 92 wisudawan resmi diluluskan STIKES Papua, berbaga macani program studi yakni 12 wisudawan program studi kesehatan masyarakat, 19 wisudawan program studi ilmu keperawatan, 1 wisudawan ahli jenjang program studi ilmu keperawatan, 2 wisudawan sarjana program studi farmasi, 14 wisudawan program studi teknologi laboratorium medis serta 44 wisudawan program studi Pendidikan Profesi Ners.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Barat Daya, Naomi Netty Howay menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas pencapaian yang membanggakan ini.
“Hari ini adalah buah dari perjuangan kerja keras dan ketekunan saudara-saudari selama menempuh pendidikan di STIKES Papua Sorong,” ujarnya.
Dirinya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua STIKES Papua beserta seluruh jajaran dosen hingga tenaga pendidik atas dedikasi dan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang berkualitas.
“Sebagai provinsi yang masih dalam proses pembangunan diberbagai sektor, termasuk sektor kesehatan, Papua Barat Daya sangat membutuhkan tenaga-tenaga kesehatan yang kompeten dan berdedikasi tinggi, saudara-saudari yang hari ini diwisuda dan mengucapkan sumpah profesi adalah bagian penting dari garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau,” imbuhnya.
Kata Naomi Netty tenaga kesehatan bukan hanya bekerja secara teknis, tetapi juga menjadi agen perubahan, pendamping masyarakat dan motor penggerak pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
“Tentu, saudara-saudari akan menghadapi berbagai tantangan di lapangan, baik keterbatasan fasilitas, medan yang sulit hingga kondisi sosial-budaya yang beragam. Namun saya percaya, dengan bekal ilmu dan semangat pengabdian yang telah saudara-saudari miliki, semua tantangan tersebut bisa menjadi ladang amal dan pengalaman berharga,” terangnya.
Ia berharap para lulusan STIKES Papua tetap menjaga idealisme dan etika profesi, sekaligus menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas, tetapi mempunyai empati, peduli dan tangguh menghadapi segala situasi.
Dirinya membeberkan bahwa, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk melalui kerjasama dengan institusi pendidikan seperti STIKES Papua.
“Kami tentu mendukung peningkatan kapasitas SDM kesehatan, penguatan sistem layanan dasar serta memperluas jangkauan layanan ke daerah-daerah terpencil,” jelasnya.
Lebih lanjut diterangkan, pemerintah provinsi Papua Barat Daya membuka ruang bagi para lulusan untuk bergabung dalam program-program pembangunan kesehatan daerah, termasuk program intervensi berbasis masyarakat dan promosi kesehatan.
“Kepada para wisudawan dan wisudawati saya ingin menyampaikan, jadilah cahaya dimanapun kalian ditempatkan, jangan pernah berhenti belajar, teruslah berinovasi dan tetap rendah hati, ingatlah bahwa ilmu yang dimiliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk membantu sesama, untuk melayani dan untuk membangun negeri ini khususnya tanah Papua yang kita cintai bersama,” ujarnya.
Dia pun mengajak STIKES Papua untuk terus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, baik dalam hal penelitian, pengabdian masyarakat, maupun pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti.
“Kampus adalah mitra strategis dalam mencetak SDM unggul dan merumuskan solusi terhadap tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat melahirkan inovasi-inovasi yang berdampak nyata bagi rakyat,” tambahnya lagi.
Sementara Ketua STIKES Papua, Dr. Marthen Sagrim menyampaikan bahwa pentingnya lulusan hadir sebagai insan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia pesan bahwa spiritual kepada para wisudawan bahwa kehadiran seseorang ditengah masyarakat hanya berarti apabila ia dapat berkontribusi dan memberikan manfaat bagi sekitar.
“Bekal pendidikan yang mereka terima, baik kognitif, afektif maupun psikomotor sudah diuji melalui uji kompetensi. Kini saatnya mereka menggunakan bekal itu ditengah masyarakat sebagai bagian dari profesi yang telah disumpah.
Dirinya menjelaskan bahwa bahwa lulusan STIKES Papua kini telah tersebar tidak hanya di wilayah Provinsi Papua Barat Daya maupun di Tanah Papua, namun sudah tersebar di luar Papua bahkan mancanegara.
Di tahun 2024 salah satu alumni kami telah bekerja di Jepang dan pada 11 Maret 2025 lalu, enam orang direkrut oleh pemerintah Jerman, dua di antaranya baru saja ikut penyumpahan hari ini, dengan penuh bangga.
“Momentum kelulusan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral institusi kepada publik dan pemerintah. dan turut menyoroti pentingnya kolaborasi nyata antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah. Kami ini penyedia, mereka (Pemerintah) pengguna. Kalau kita dianggap mitra, seharusnya ada tanggungjawab bersama, kolaborasi itu bukan hanya diskusi, tetapi dukungan nyata dalam bentuk fasilitas, laboratorium, pengembangan dosen dan bantuan biaya pendidikan,” paparnya.
Ia menegaskan keprihatinannya terhadap tingginya angka drop out di STIKES Papua yang disebabkan oleh masalah finansial, terutama di kalangan mahasiswa asli Papua. “Sebagian besar anak-anak kami adalah Papua asli, putus kuliah mereka karena tidak bisa membayar registrasi ulang, kAmi mohon perhatian dan support dari pemerintah,” ujarnya.
Pelaksanaan wisuda ke-23 ini tambahnya, STIKES Papua telah melahirkan lebih dari 2.400 lebih alumni yang terus berkontribusi dalam dunia kesehatan di berbagai daerah di seluruh Indonesia. “Kami saat ini sudah tercatat ada 2.400 lebih alumni lahir dari STIKES Papua, dan hal ini menjadi komitmen kami untuk terus memajukan dunia kesehatan, baik ditingkat Provinsi dan seluruh indonesia,” tutup Sagrim. (Mar)






