
Lapas Kelas III Wahai, saat memanen 13 kilogram pare segar, dari lahan pertanian eksternal, Kamis (11/12/2025). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mencatat keberhasilan dalam program pembinaan kemandirian melalui panen 13 kilogram pare segar, dari lahan pertanian eksternal, Kamis (11/12/2025).
Hasil panen ini tidak hanya menunjukkan produktivitas Warga Binaan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan lapas.
Pare yang dipanen tersebut adalah, hasil kerja keras selama beberapa bulan. Dimana Warga Binaan terlibat secara penuh mulai dari tahap pengolahan tanah, penanaman bibit, hingga pemeliharaan tanaman sehari-hari.
Selain menghasilkan produk pertanian yang bisa dimanfaatkan, kegiatan ini juga memberikan keterampilan agrikultur yang bermanfaat, ketika mereka nantinya kembali ke kehidupan masyarakat.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, memberikan apresiasi kepada Warga Binaan dan tim pembinaan.
“Panen hari ini menjadi bukti, bahwa pembinaan yang kami lakukan berjalan dengan efektif. Mereka menunjukkan tanggung jawab dan semangat kerja yang tinggi. Kegiatan kemandirian seperti ini juga menjadi bagian dari implementasi Program Akselerasi, yang digariskan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw mengaku, keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan yang konsisten.
“Setiap hari kami berbagi pengetahuan dengan Warga Binaan tentang teknik tanam, pemupukan yang tepat, dan cara mengendalikan hama. Panen pare ini adalah, hasil ketekunan mereka yang terus diajarkan dan dibimbing,” jelasnya.
Selain itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, juga turut merespons positif. Ia menilai, panen berkelanjutan di Lapas Wahai menjadi contoh terbaik pembinaan kemandirian.
“Program pertanian di sini membekali Warga Binaan dengan keterampilan nyata. Kami berharap, ini bisa menjadi inspirasi bagi unit pemasyarakatan lain di Maluku,” ungkapnya.
Dengan capaian ini, menurut Ricky, Lapas Wahai semakin memperkuat perannya, sebagai wadah pembinaan yang produktif, mempersiapkan Warga Binaan untuk hidup lebih mandiri setelah masa pemasyarakatan.
“Kegiatan pertanian berbasis kemandirian ini diharapkan terus berlanjut, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak,” harap dia.




