
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Sebanyak 300 lebih anak muda Papua telah dipersiapkan pemerintah kabupaten Sorong, dalam mengisi tenaga kerja lokal di proyek konstruksi pabrik smelter nikel dan baja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Sorong, Marthen Nebore, Kamis (26/6/2025).
“Kami sudah latih lebih dari 300 anak muda Papua di berbagai bidang keahlian seperti alat berat, excavator, loader, dan forklift. Ada juga perbengkelan, pertukangan, dan keterampilan teknik lainnya di berbagai tempat termasuk Makassar. Mereka juga sudah dapat sertifikasi dan SIO (Surat Izin Operator). Ini adalah investasi SDM yang kami siapkan jauh hari,” ujar Marthen.
Dikatakan Marthen, selain kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan lokasi pembangunan, juga perlu menyiapkan sumber daya manusia lokal guna mengisi kebutuhan tenaga kerja pada proyek strategis.
Selain itu, tujuan utama dari pelatihan dan pengembangan ini adalah untuk mengurangi angka pengangguran dan mencegah anak-anak muda yang telah menyelesaikan pendidikan menjadi beban daerah.
“Kami ingin agar setelah mereka tamat sekolah, anak-anak Papua tidak hanya jadi pengangguran. Tetapi mereka diberi ilmu dan pelatihan, dan pada saatnya mereka akan diserap oleh industri yang akan berkembang,” papar Marthen.
Meski demikian, Marthen mengakui masih ada sejumlah tantangan yang harus diselesaikan, terutama terkait proses perizinan pusat menyangkut kawasan konservasi laut seperti terumbu karang yang memerlukan kajian lingkungan dan koordinasi lintas sektor.
“Pada dasarnya pemerintah kabupaten Sorong sangat mendukung penuh KEK Sorong ini. Kami sangat menyadari bahwa kawasan ini memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja, serta mendatangkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua dan Papua Barat,” kata Marthen.
Dalam rangka memperkuat koordinasi dan pengelolaan KEK, pemerintah kabupaten Sorong telah menunjuk perusahaan daerah PT MOW (Malamoi Olom Wobok) sebagai mitra utama untuk mendatangkan investor dan mengelola kawasan. PT MOW kini berada di bawah kepemimpinan manajemen baru yang diharapkan lebih agresif dalam melobi investor.
“Kami berharap manajemen baru PT MOW bisa lebih aktif mendatangkan investasi besar, khususnya untuk pembangunan smelter di KEK harapan. Smelter ini akan menjadi pusat pengolahan produksi strategis dari seluruh wilayah Papua,” tutup Marthen. (Mar)






