Skip to content
BeritaAktual.co

BeritaAktual.co

Terkini, Aktual, Jujur, Independen

Primary Menu
  • Beranda
  • Metro
  • Daerah
    • Maluku
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Nasional
  • Hukrim
  • Internasional
  • Ekbis
    • Ekonomi & Bisnis
  • Aktual
    • Aktual
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Peristiwa
  • Politik
  • Feature
    • Feature
    • OPINI
    • Pariwisata
    • Tekno
  • REDAKSI
  • TMMD

Beranda Beranda » Nasional

  • Nasional

Simposium SMSI Tegaskan Pilkada Melalui DPRD Sebagai Alternatif Demokrasi

Redaksi Kamis, 15 Januari 2026 2 min read

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
IMG-20260115-WA0027
Bagikan berita ini
        

 

JAKARTA, BeritaAktual.co – Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah kembali menguat menjelang Pilkada. Menyikapi dinamika tersebut, Serikat Media Siber Indonesia menggelar Simposium Nasional bertema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila” pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Press Club Indonesia, Kantor SMSI Pusat, Jalan Veteran II No. 7C, Gambir, Jakarta Pusat.

Simposium nasional yang dipandu Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar kebijakan untuk mendiskusikan kemungkinan pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai alternatif, di tengah meningkatnya biaya politik dan praktik transaksional dalam Pilkada langsung.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof Yuddy Crisnandi menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai prosedur pemungutan suara langsung. Menurutnya, dalam Demokrasi Pancasila, substansi kepemimpinan, stabilitas pemerintahan, dan efektivitas pembangunan daerah juga menjadi ukuran penting.

Prof. Yuddy menilai, pada masa sebelum reformasi—termasuk era pemerintahan Presiden Soeharto—mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD memiliki keunggulan dalam hal stabilitas dan kesinambungan kebijakan, meski tetap perlu dikritisi agar tidak mengulang praktik sentralisasi kekuasaan. “Model tersebut dapat menjadi referensi historis untuk dirumuskan ulang secara lebih demokratis dan transparan,” ujarnya.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Guru Besar Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Prof. Albertus Wahyurudhanto. Ia menilai persoalan utama Pilkada hari ini bukan sekadar langsung atau tidak langsung, melainkan lemahnya sistem kaderisasi dan rekrutmen elite politik.

Menurut Prof. Albertus, pada masa pemilihan melalui DPRD, seleksi kepala daerah lebih menekankan aspek kapasitas administratif dan loyalitas terhadap sistem pemerintahan. “Memang ada keterbatasan demokratis di masa lalu, tetapi ada pelajaran penting tentang kontrol politik dan efisiensi biaya. Jika dirancang ulang dengan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan, pemilihan lewat DPRD bisa menjadi alternatif rasional,” jelasnya.

Sementara itu, Guru Besar FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof Taufiqurokhman menyampaikan pandangan penyeimbang. Ia mengingatkan bahwa Pilkada langsung tetap memberikan legitimasi kuat kepada kepala daerah karena bersumber langsung dari rakyat.

Namun demikian, Prof. Taufiqurokhman mengakui bahwa diskursus pemilihan melalui DPRD patut dibahas secara objektif, terutama jika diarahkan untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan daerah dan menekan politik uang. “Yang terpenting adalah memastikan kedaulatan rakyat tetap terjaga, apa pun model yang dipilih,” ujarnya.

Simposium Nasional SMSI ini menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menjadi salah satu alternatif kebijakan, dengan syarat dirancang secara demokratis, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Tentang penulis

Simposium SMSI Tegaskan Pilkada Melalui DPRD Sebagai Alternatif Demokrasi 2 mystery

Redaksi

See author's posts

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

Continue Reading

Previous: IM3 Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, Apresiasi Loyalitas Pelanggan Setia dari Seluruh Indonesia
Next: Cuaca Ekstrim Hambat Distribusi Beras ke MBD

Related News

Lantik 12 Pejabat, Menaker Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Layanan Publik Harus Jadi Prioritas - 3
Kemnaker Lantik 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama [Foto: ist]
3 min read
  • Nasional

Lantik 12 Pejabat Menaker Tegaskan Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Layanan Publik Harus Jadi Prioritas

Redaksi Selasa, 7 April 2026
Screenshot_2026-03-10-15-18-22-749_com.android.chrome
2 min read
  • Nasional

DPR RI Apresiasi Kejati Maluku Selamatkan Potensi Kerugian Negara

Redaksi Selasa, 10 Maret 2026
IMG-20260309-WA0022~2
2 min read
  • Nasional

Kuasa Hukum Gugat SK Menteri HAM, Ini Alasannya

Q Senin, 9 Maret 2026

Berita lainnya

IMG-20260602-WA0081
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua Barat, pengambilan sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional (foto /lstimewa)
1 min read
  • Metro

Sumpah PNS dan Pengangkatan Jabatan Fungsional, Momentum Perkuat Integritas ASN Kemenkumham Papua Barat  

Marni Selasa, 2 Juni 2026
Screenshot_20260602_205536_Canva
Penetapan Ketua Yayasan Pasukan Hijau sebagai Tersangka Kasus Dugaan Tipikor Dana Hibah Pemprov PB Tatuh 2022 [Foto: ist/design : BA]
1 min read
  • Metro

Ketua Yayasan Pasukan Hijau Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Tipikor Dana Hibah Pemprov PB Tahun 2022

Redaksi Selasa, 2 Juni 2026
Screenshot_2026-06-02-16-42-10-857_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Wali Kota Kecam Pembakaran TPS Baru di Batu Merah Tanjung

Q Selasa, 2 Juni 2026
Screenshot_2026-06-02-16-41-51-974_com.android.chrome
2 min read
  • Daerah

Wali Kota: Penambahan TPS Harus Diikuti Kesadaran Warga Kelola Sampah

Q Selasa, 2 Juni 2026
Copyright ©2025 | BeritaAktual.co | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
%d