
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, saat melakukan inspeksi mendadak ke dua SMP Negeri di Kota Ambon, Rabu (21/1/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua SMP Negeri di Kota Ambon, Rabu (21/1/2026), dengan tujuan utama mengidentifikasi poin-poin perbaikan yang diperlukan, untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.
Kunjungan yang dilakukan tanpa pemberitahuan ini dirancang, untuk memastikan bahwa data dan informasi yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Dua sekolah yang menjadi fokus pemeriksaan adalah, SMP Negeri 7 Ambon di Batu Merah, Kecamatan Sirimau, dan SMP Negeri 16 Ambon di Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon.
Tujuan utama dari sidak ini adalah, mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran, menilai ketersediaan dan kelayakan fasilitas pendidikan, serta mengumpulkan masukan langsung terkait kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam menjalankan aktivitas pendidikan.
Di SMP Negeri 7 Ambon, pemeriksaan difokuskan pada bagaimana sistem pembelajaran berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan Dinas Pendidikan.
Wawali mengamati apakah setiap mata pelajaran memiliki tenaga pendidik yang kompeten dan tersedia secara memadai, bagaimana metode pengajaran disesuaikan dengan kebutuhan siswa, serta sejauh mana penggunaan teknologi informasi dapat mendukung proses belajar mengajar.
Saat berdiskusi dengan dewan guru, ia menekankan, bahwa tujuan dari pemeriksaan ini adalah, untuk mengumpulkan data konkret yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan program peningkatan kapasitas guru, dan penyempurnaan kurikulum.
“Kita tidak datang hanya untuk melihat kondisi sekilas, tetapi untuk mencari tahu apa saja hambatan yang membuat layanan pendidikan belum optimal. Setiap kendala yang ditemukan akan menjadi acuan kita, untuk merancang solusi yang tepat dan memberikan dukungan yang dibutuhkan,” ujar Ely Toisutta, saat berada di SMP Negeri 7 Ambon.
Berlanjut ke SMP Negeri 16 Ambon, fokus sidak beralih ke evaluasi fasilitas penunjang pendidikan dan kesejahteraan siswa.
Wawali meninjau kondisi ruang kelas, laboratorium IPA, perpustakaan, kantin sekolah, serta area sanitasi dengan tujuan menentukan prioritas renovasi, dan penambahan fasilitas.
Ia juga melakukan wawancara langsung dengan puluhan siswa, untuk mengetahui persepsi mereka terhadap layanan yang diberikan sekolah, mulai dari kualitas makanan di kantin hingga keamanan lingkungan belajar.
Salah satu temuan awal yang menjadi perhatian adalah, keterbatasan jumlah buku referensi di perpustakaan dan kondisi beberapa meja kursi yang perlu diganti.
“Tujuan kita jelas, yaitu setiap siswa berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan potensi mereka. Setiap kekurangan yang kita temukan hari ini akan kita jadikan dasar, untuk menggerakkan langkah perbaikan segera,” jelasnya.
Ely Toisutta menegaskan, sidak mendadak ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Ambon dalam mewujudkan visi pendidikan yang menjadi prioritas kepemimpinan Wali Kota Bodewin M. Wattimena.
Tujuan akhir dari seluruh kegiatan ini adalah, untuk memastikan bahwa layanan pendidikan di Kota Ambon dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Kita tidak hanya ingin meningkatkan angka partisipasi dan kelulusan, tetapi juga memastikan, bahwa setiap lulusan sekolah memiliki kemampuan, untuk berkontribusi dalam pembangunan Kota Ambon. Oleh karena itu, hasil dari sidak ini akan langsung diintegrasikan ke dalam rencana kerja tahunan Dinas Pendidikan, termasuk dalam penentuan alokasi anggaran untuk tahun 2026,” tandasnya.
Sebagai tindak lanjut, kata Wawali, pihaknya akan meminta Dinas Pendidikan Kota Ambon akan menyusun laporan lengkap berisi temuan, analisis masalah, dan rekomendasi perbaikan yang akan disampaikan dalam rapat koordinasi dengan pihak terkait.
“Beberapa langkah perbaikan yang direncanakan akan segera dilaksanakan dalam waktu satu bulan ke depan, sementara yang memerlukan persiapan lebih matang akan dijadwalkan sesuai dengan jadwal anggaran yang tersedia,” tutup Wawali.




