
RAJA AMPAT, BeritaAktual.co – PT Gag Nikel bersama rombongan insan pers dan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melakukan kunjungan langsung ke lokasi tambang di kabupaten Raja Ampat pada Jumat, (23/1/2026).
Kunjungan ini setelah rapat koordinasi eksternal bersama pers dan LSM di hotel Aimas kabupaten Sorong, Papua Barat Daya pada hari Kamis, (22/1/2026),
Rombongan berangkat dari pelabuhan Marina Sorong, setelah tiba di lokasi tambang kemudian briefing digelar disertai penjelasan Standard Operation Procedure (SOP) bagi pengunjung.
Awak media dan perwakilan LSM kemudian di ajak melihat proses pertambangan, termasuk upaya reklamasi revegetasi bekas area tambang, serta sistem pengelolaan limbah cair yang telah membawa perusahaan mendapatkan berbagai penghargaan lingkungan, salah satunya Subroto Award di tahun 2025.
Corporate Secretary, Legal & External Manager PT Gag Nikel, Mustajir, menyampaikan, capaian produksi tahun 2025 hanya mencapai sekitar 1,8 juta ton akibat penghentian sementara oleh pemerintah, padahal target awalnya 3 juta ton.
“Berdasarkan acuan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya), tahun 2026 kami targetkan 4 juta ton, mudah-mudahan mendapatkan persetujuan pemerintah karena pengajuan didasari perhitungan teknis yang akurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, satu jasa kontraktor telah selesai masa kontrak, namun telah ada pengganti melalui proses lelang terbuka. Untuk mendukung target produksi, perusahaan melakukan pengembangan organisasi baik dari sisi kualitas melalui pelatihan maupun potensi peningkatan kuantitas sumber daya manusia.
“Kami berharap tidak ada kendala seperti tahun 2025, baik dari pencabutan izin maupun penolakan masyarakat.
Kami terbuka untuk dikunjungi dan dinilai oleh semua elemen berwenang, jika ada yang perlu diperbaiki akan kami benahi, dan hal baik akan terus ditingkatkan,” tutup Mustajir.






