
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Ambon, Juliana Welhelmina Patty. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPKB) Kota Ambon menetapkan dua prioritas utama dalam program tahun 2026, yakni menurunkan angka stunting dan memaksimalkan potensi bonus demografi.
Kedua fokus ini diarahkan, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Perluasan Program Bangga Kencana menjadi landasan dalam menangani tantangan kualitas SDM. Masalah stunting yang masih mengganggu kesehatan balita dan anak usia dini, menjadi salah satu poin penting yang harus segera diatasi, mengingat dampaknya pada perkembangan generasi mendatang.
Bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional, BPKB Kota Ambon telah melaksanakan program pemberian makanan bergizi secara cuma-cuma.
Selain anak-anak yang sudah mengalami stunting, program ini juga menjangkau mereka yang berisiko tinggi, sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Ambon, Juliana Welhelmina Patty menyatakan, program ini merupakan salah satu langkah penting dalam upaya penanganan stunting.
“Kita ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas dan mampu bersaing di kancah lokal maupun nasional, ketika memasuki tahun 2045,” kata dia, saat dihubungi dari Ambon, Sabtu (24/1/2026).
Kerjasama antara BPKB dan Badan Gizi Nasional telah diatur melalui nota kesepahaman yang resmi ditandatangani. Dalam pelaksanaannya, tim teknis dari DPPKB bekerja sama dengan penyuluh lapangan dan tim pendamping keluarga, untuk memastikan bantuan makanan bergizi sampai tepat pada sasaran.
“Rencananya, pada tahap selanjutnya program akan mencakup kelompok ibu hamil dan menyusui. Hal ini didasarkan pada pentingnya peran mereka, dalam mencegah stunting sejak masa kehamilan dan menyusuan, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi kesehatan keluarga secara keseluruhan,” ujar Patty.
Selain menangani stunting, kata Patty, BPKB Kota Ambon juga fokus pada pemanfaatan bonus demografi, yang tengah dialami daerah.
Menurut Juliana, jumlah penduduk usia produktif yang dominan harus dioptimalkan melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan yang merata, serta pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga.
Menurut Patty, Pemanfaatan bonus demografi dianggap sebagai faktor kunci, dalam meningkatkan daya saing Kota Ambon.
Oleh karena itu, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada BPKB, tetapi memerlukan kerja sama yang erat dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, penyedia layanan kesehatan, dan aktifnya peran serta masyarakat.
“Dengan berbagai strategi dan program yang terus dikembangkan, BPKB Kota Ambon optimis, dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun Generasi Emas 2045 yang berkualitas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Patty.






