
Lapas Kelas III Wahai sukses panen sayur sawi sakata, sebanyak 18 kilogram pada Jumat (6/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Semangat produktivitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terwujudkan, dengan suksesnya panen sayur sawi sakata sebanyak 18 kilogram pada Jumat (6/2/2026).
Panen ini merupakan hasil kerja sama antara Warga Binaan dan petugas Lapas, yang mengelola kebun di area belakang perumahan dinas Lapas secara optimal.
Kegiatan bercocok tanam ini tidak hanya dimaksudkan untuk menghasilkan pangan, melainkan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian, yang telah direncanakan secara matang.
Para Warga Binaan terlibat langsung mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman bibit, hingga pemeliharaan dan panen, dengan bimbingan dari petugas Lapas.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menyatakan, pencapaian ini merupakan wujud nyata implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tahun 2026 yang fokus pada pemberdayaan Warga Binaan.
“Kami menjalankan konsep ‘seiya-sekata’ di mana semua pihak bekerja sama dengan tekun. Hasilnya adalah, sayuran segar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam Lapas, tetapi juga menjadi bukti bahwa kami bisa mencapai kemandirian pangan sendiri,” jelasnya.
Tersih menekankan, bahwa program pertanian ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan, yang dapat digunakan para Warga Binaan, setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kita ingin mereka kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang bisa mendukung hidup mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi tentang pentingnya mengelola sumber daya dengan bijak,” tambahnya.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw menjelaskan, hasil panen akan dimanfaatkan secara efektif.
“Sebagian besar akan digunakan untuk makan Warga Binaan, sementara sisanya akan kami jual di pasar lokal untuk menambah pendapatan Lapas. Dengan demikian, lahan yang sebelumnya tidak terpakai bisa memberikan manfaat ganda bagi Lapas dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Rahmatsyah, petugas pengawasan pembinaan yang terlibat langsung dalam kegiatan ini mengungkapkan rasa bangganya.
“Meskipun lahan yang tersedia terbatas, kita berhasil menghasilkan hasil panen yang memuaskan. Ini menunjukkan, bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik, tidak ada hal yang tidak mungkin diraih bersama Warga Binaan,” ungkapnya.
Antusiasme juga dirasakan oleh para Warga Binaan. Salah satunya dengan inisial WK bercerita, bahwa dirinya sangat bahagia melihat hasil tersebut.
“Sangat membahagiakan bisa melihat hasil dari usaha kita sendiri. Kegiatan ini membuat masa di sini terasa lebih bermakna, dan memberikan harapan bahwa saya bisa menerapkan keterampilan bertani ini saat nanti kembali ke keluarga dan masyarakat,” kata dia.
Dengan suksesnya panen sayur sawi sakata ini, Lapas Wahai menunjukkan bahwa program pembinaan yang berfokus pada kemandirian dan produktivitas mampu memberikan dampak positif.
Selain mengoptimalkan lahan yang ada, kegiatan ini juga membantu membentuk karakter dan memberikan harapan baru bagi para Warga Binaan, untuk masa depan yang lebih baik.







