
PLT Sekretaris Wilayah DPW PPP Provinsi Maluku, Muhamad Husein Tuharea. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Penolakan terhadap Surat Keputusan (SK) penunjukan Pelaksana Tugas (PLT) Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPW PPP Provinsi Maluku oleh sebagian pengurus wilayah berbuntut panjang.
PLT Sekretaris Wilayah DPW PPP Provinsi Maluku, Muhamad Husein Tuharea menanggapi dingin penolakan tersebut, dan menganggapnya sebagai dinamika organisasi yang wajar.
“Dalam setiap pengambilan keputusan, pasti ada pihak yang pro dan kontra. Bagi saya, ini hal yang normatif,” ujar Tuharea, saat dihubungi dari Ambon, Jumat (12/2/2026).
Tuharea menegaskan, bahwa penunjukan PLT merupakan wewenang penuh DPP PPP, yang telah melalui mekanisme sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Ia memastikan, bahwa pihaknya akan tetap menjalankan perintah partai, termasuk mempersiapkan Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Provinsi Maluku, meskipun ada penolakan dari pihak yang berseberangan.
Menanggapi tudingan, bahwa penunjukan PLT merupakan manuver dari pihak tertentu, Tuharea membantah dengan tegas.
“Ini murni keputusan DPP, jangan ada yang menyalahkan atau menuduh pihak lain. Ini adalah hasil evaluasi DPP, atas ketidakpatuhan terhadap instruksi partai,” tegasnya.
Menurut Tuharea, DPW PPP Maluku seharusnya telah melaksanakan Muswil dalam waktu tiga bulan setelah Muktamar, sesuai dengan instruksi DPP yang dikeluarkan pada 6 Januari 2026. Keterlambatan inilah yang menjadi dasar DPP untuk menunjuk PLT.
Terkait dengan legitimasi kepengurusan DPP yang dipersoalkan oleh pihak penolak, Tuharea menyatakan, jika penunjukan PLT telah disahkan secara hukum dengan tanda tangan Ketua Umum dan Wakil Sekretaris Jenderal, serta sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-15 AH 11 02 tentang susunan kepengurusan DPP masa bakti 2025-2030.
Untuk itu, Tuharea mengajak seluruh kader PPP di Maluku untuk bersatu, dan menyukseskan Muswil. Ia mengingatkan, bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam menghadapi verifikasi partai.
“Mari kita tinggalkan perbedaan, dan fokus pada kepentingan partai yang lebih besar,” pinta Tuharea.







