
WBP di Lapas Kelas III Wahai mengikuti ibadah Pra Paskah Minggu IV, yang berlangsung di Gereja Ebenhaizer Lapas, Minggu (8/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mengikuti ibadah Pra Paskah Minggu IV, yang berlangsung di Gereja Ebenhaizer Lapas, Minggu (8/3/2026). Kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari pembinaan rohani yang rutin diberikan kepada para WBP.
Ibadah berlangsung dengan suasana penuh kekhusyukan. Para WBP mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan tertib dan khidmat, sebagai wujud penghayatan iman sekaligus refleksi diri, selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya mengatakan, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesadaran diri para WBP.
Melalui ibadah Pra Paskah, mereka diajak merenungkan makna pengorbanan Yesus Kristus, serta menjadikannya sebagai pelajaran hidup.
“Pembinaan kerohanian seperti ini diharapkan dapat memperkuat iman, serta menumbuhkan kesadaran bagi WBP, untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty Susana Mouw menambahkan, bahwa program pembinaan keagamaan terus digalakkan sebagai bagian dari upaya membangun nilai-nilai spiritual para WBP.
“Pembinaan rohani menjadi bekal penting bagi mereka, agar dapat kembali ke tengah masyarakat dengan sikap dan perilaku yang lebih baik, setelah menjalani masa pidana,” harap dia.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Wahai terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada keterampilan dan kemandirian, tetapi juga penguatan nilai-nilai moral dan spiritual bagi para WBP.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Dwi Ricky Biantoro memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pembinaan kerohanian, yang terus dilakukan di jajaran pemasyarakatan di Maluku.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana penting dalam membangun kesadaran spiritual dan memperkuat proses pembinaan bagi WBP.
Ibadah Prapaskah itu dipimpin oleh Pdt. Elcrhis Latuny yang menyampaikan khotbah dari Injil Lukas 22:56–62 dengan tema “Petrus Menyangkal Yesus”.
Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa kisah Petrus menunjukkan setiap manusia dapat melakukan kesalahan, namun selalu terbuka kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri.




